Berita Pendidikan

Ini Yang Dilakukan Yayasan Mardi Wiyata Malang Saat Menggelar Workshop Kesiswaan di Kupang

Peserta mengikuti worksop sebanyak 48 orang. Materi belum dipraktekkan secara aplikasi dalam penjabaran nyata di sekolah.

Ini Yang Dilakukan Yayasan Mardi Wiyata Malang  Saat Menggelar Workshop Kesiswaan di Kupang
IST
Workshop Kesiswaan 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Apolonia Matilde Dhiu

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Yayasan Mardi Wiyata Malang menyelenggarakan Workshop Kesiswaan untuk sekolah-sekolah Yayasan Mardi Wiyata se-Indonesia di Kupang, Rabu-Sabtu (14-17/11/2018).

Peserta yang mengikuti worksop sebanyak 48 orang dengan materi baru yang belum dipraktekkan secara aplikasi dalam penjabaran nyata di sekolah.

Workshop tersebut menampilkan nara sumber profesional dari Jawa Timur dan Jakarta, yakni Ketua Yayasan Mardi Wiyata Malang, Frater Dr. M Monfoort, BHK, SE, M.Pd, MM, MH, MAP, dan motivator, Frans Lim.

Baca: Waspada, Jangan Memuji Orang-Orang Dengan Zodiak Ini, Kenapa?

Frater Monfoort membawakan materi 'Metodologi Pendidikan dan Pembelajaran Model Pendidikan Jepang'. Dimana, Frater Monfort telah belajar langsung metodologi pembelajaran di Jepang beberapa waktu lalu.

"Metodologi Pendidikan Jepang diambil karena bangsa Jepang memiliki karakter yang khas. Selain itu, warga Jepang dikenal sebagai pribadi yang kreatif, pekerja keras, sopan, berintegritas, mandiri dan disiplin," ujar Frater Monfoort kepada Pos Kupang di Biara BHK Oesapa Kupang, Rabu (14/11/2018).

Menurut Frater Monfoort, metodologi pendidikan di Jepang cocok dilakukan di Indonesia dan NTT khususnya karena berkaitan dengan anak terutama pendidikan sejak usia dini.

Dia mengatakan, tentunya karakter mandiri, kreatif dan pekerja keras tidak dibentuk secara instan, melainkan karena upaya yang diberlakukan melalui kebiasaan pada proses pengasuhan.

Hal ini ditekan Frater Monfort agar pendidikan karakter yang akan diterapkan di Yayasan Mardi Wiyata harus diterapkan dengan metode 4 D.

Baca: Bayi Ini  Dibunuh Seekor Monyet! Begini Cara Monyet Menyusup ke Rumah Orang Tuan Bayi

Dikatakannya, metode 4 D, yakni Didekati, Dikenalkan, Diapresiasi, dan Didampingi. Hal tersebut sebagai sebuah langkah aflikatif dalam membina dan melalukan pendekatan pada dunia kesiswaan.

Halaman
12
Penulis: Apolonia M Dhiu
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved