Berita Kabupaten Sikka

Retribusi Penjual Rombengan Naik Rp 50 Ribu, Pencurian Lancar

Retribusi penjualan pakaian bekas alias pakaian rombengan di Pasar Alok, Kota Maumere, Pulau Flores, Propinsi NTT

Retribusi  Penjual Rombengan Naik Rp 50 Ribu, Pencurian Lancar
POS KUPANG/EUGINIUS MO'A
Rumida, korban pencurian pakaian rombengan menata pakaian yang dihamburkan di lantai setelah peti penyimpanan pakaian dibongkar pencuri, Rabu (14/11/2018) malam. 

Laporan  Reporter POS-KUPANG.COM, Euginius Mo’a

POS-KUPANG.COM|MAUMERE--Retribusi  penjualan  pakaian  bekas  alias pakaian  rombengan di Pasar Alok, Kota Maumere, Pulau  Flores, Propinsi  NTT,  naik  Rp  10.000/sebulan/penjual  dari  Rp 40.000  menjadi  Rp 50.000/bulan.

Namun  retribusi  pasar ini  tidak  sebanding dengan pelayanan yang diberikan  Badan Pengelola Pasar Kabupaten Sikka.  Pencurian  pakaian  bekas  menjadi musibah  wajib  diderita setiap  saat.

Baca: Begini Janji Pangeran William pada Kate Middleton sebelum Menikah

Baca: Begini Janji Pangeran William pada Kate Middleton sebelum Menikah

Baca: Merpati Airlines Bakal Terbang Lagi, Ternyata ini Jenis Pesawatnya, Bukan Boeing Atau Airbus

Baca: BMKG Sebut Gempa hari ini Guncang Mamasa Sulawesi Barat dan di Bali Tak Berpotensi Tsunami

“Kami  tidak  tahu  apakah retribusi  Rp 50. 000/bulan ini  sudah  termasuk dengan   uang  keamanan,” ujar Nurhayati korban  pencurian pakaian bekas di Pasar Alok,  Kamis   (15/11/2018).

Nurhayati mengaku tak tahu apakah setiap malam petugas keamanan  pasar  melakukan ronda. Ia   juga  tak  tahu apakah  retribusi  Rp 50.000/bulan  sudah termasuk dengan uang keamanan.

“Sudah  nasib mungkin. Tapi  pencurian pakaian  bekas  sering sekali  terjadi. Mungkin  petugas  keamanan  tidak jaga,  letak lapak  pakaian  rombengan berdekatan dengan  Kantor  Badan Pengelola Pasar,” ujar Nurhayati.

Baca: Bupati-Wabub ST, Program 100 Hari, Kantor Daerah Harus Bersih Dan Tegakan Disiplin ASN

Baca: Pansel Sekda Ngada Serahkan Hasil Seleksi, Ini Nama-namanya!

Baca: Akan Mengudara Lagi, Merpati Airlines Bakal Pakai Pesawat Buatan Rusia

Aparat Polsek Alok  telah turun ke lokasi kejadian  melakukan olah tempat kejadian.  Belum  ada titik  terang apakah polisi  bisa  menemukan pelaku pencurian ini.

Kepala  Dinas  Perindustrian Perdagangan dan Koperasi  Kabupaten  Sikka, Drs. Lukman, M.Si,  belum memberikan penjelasannya.  Pesan dikirim POS-KUPANG.COM,  melalui  WhatsApp  belum ditanggapinya hingga berita ini diturunkan.

Baca: Terowongan Dalam Taman Soekarno Kerap Dijadikan Sebagai Tempat Mesum

Baca: Intip! Panorama Persawahan Danau Rana Mese dari Bukit Golo Depet

Tiga unit peti  penyimpanan  pakaian  bekas  dibongkar pencuri,setelah  pemilik kembali  ke  rumahnya,  Rabu  (14/11/2018) malam. Dua  peti milik Nurhayati  (40)  warga  Km 2  Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok dan satu unit peti  milik  Rumida warga  Km 1  Kota  Uneng.

Nurhayati maupun  Rumida,  mengaku  sudah  tiga kali peti pakaian  rombengan dibongkar. Dalam dua kejadian sebelumnya, mereka  tidak  mengadukan kepada  pengelola pasar dan  kepolisian.  (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved