Breaking News

Berita Kabupaten Kupang Terkini

Memilih Jadi Peternak Babi! Delvi Boys Ajak Kaumnya Jangan Tergiur ke Luar Negeri

Dana pemberdayaan itu berupa pemeliharaan ternak babi dan sapi untuk kelompok. Atas niat baik ini, lanjut Delvi, dirinya bersama warga lain sebanyak 2

Penulis: Edy Hayong | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG.COM/EDY HAYONG
Delvi Boys, eks buruh migran ke Malaysia bersama rekannya tengah membuat kandang babi di Raknamo, Kamis (8/11/2018) 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM I RAKNAMO----Delvi Boys,  eks buruh migran asal Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang, ajak kaumnya tidak tergiur bekerja di luar negeri. Selama 10 tahun menjadi buruh migran, dirinya telah merasakan apa yang dialami di luar negeri.

Langkah yang dibuat Bank NTT Cabang Oelamasi dengan memberikan dana pemberdayaan berupa pemeliharaan ternak babi dan sapi bagi kaum perempuan sungguh menggembirakan.

Baca: 582 Orang Dengan Masalah Kejiwaan ada di Sikka

Delvi Boys menyampaikan ini ketika ditemui wartawan di lokasi calon pengembangan usaha ternak dampingan Bank NTT di Raknamo, Kamis (8/11/2018).

Delvi mengungkapkan, dirinya pada tahun 2000 secara resmi bekerja di Malaysia sebagai pembantu rumah tangga. Setelah lima tahun bekerja di negara ini, dirinya kembali ke tanah Timor tahun 2005 dan setelah itu berangkat lagi ke Malaysia bekerja selama lima tahun kedua.

Dari hasil pekerjaan di negara ini, duka paling dominasi dan uang hasil kerja selama 10 tahun tidak berdampak positif buat keluarga.

Pengalaman ini, kata Delvi, mendorong dirinya untuk memutuskan tidak mau lagi bekerja di luar negeri.

"Enaknya cuma kita bisa ke luar negeri dan naik pesawat saja. Tidak ada hasil yang membuat hidup bahagia. Makanya saya ajak teman-teman kaum perempuan agar jangan tergiur ke luar negeri. Bekerja di tanah kelahiran sendiri lebih baik," katanya.

Dirinya bersyukur mendapat informasi dari Bank NTT Cabang Oelamasi bahwa ada dana pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dana pemberdayaan itu berupa pemeliharaan ternak babi dan sapi untuk kelompok. Atas niat baik ini, lanjut Delvi, dirinya bersama warga lain sebanyak 25 orang membentuk kelompok memelihara ternak sapi dan babi.

Hal senada disampaikan calon tenaga kerja ke luar negeri tapi mengurungkan niatnya, Devita Nakmanas. Dirinya memang ada niat bekerja ke luar negeri tetapi dengan banyak cerita dari eks migran, dia tidak mau lagi berangkat. Selain kerja di luar negeri tidak ada bedanya di negeri sendiri, juga jauh dari keluarga.

"Kita kalau kerja di luar negeri jauh dari keluarga,  sementara hasil usaha tidak beda dengan di sini. Makanya saya tidak mau ke luar negeri. Saya bersyukur ada pendampingan dana pemberdayaan dari Bank NTT Cabang Oelamasi. Harapan saya kedepan jangan hanya 25 anggota saja tetapi bisa lebih itu.

Saya dan teman-teman berterima kasih kepada Bank NTT atas bantuan yang diberikan ini, dan harapan saya teman-teman jangan tergiur berangkat ke luar negeri lagi," pinta Devita.

Sementara Dominggus Siki yang juga eks buruh migran di Malaysia merasa kapok keluar negeri. Selama hampir 5 tahun dirinya bekerja di perusahaan kelapa sawit dan hasil yang diperolehpun tidak memberikan kemakmuran buat mendukung ekonomi keluarganya.

Untuk itu setelah pulang ke kampung halaman di Raknamo, ada informasi bahwa Bank NTT Cabang Oelamasi membantu dana pemberdayaan ekonomi sehingga dirinya ikut bergabung membentuk kelompok.

"Kami dapat bantuan bibit babi 50 ekor dan sapi 50 ekor dari Bank NTT. Saya terima kasih sekali dan tidak akan kerja di luar negeri lagi. Biar usaha di tanah sendiri lebih baik," katanya.(*)

 

 

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved