Berita Kabupaten Sikka Terkini

Rumah dan Lahan yang Dieksekusi di Maumere Punya Dua Sertifikat Tahun 1990 dan 2014

Rumah dan lahan yang dieksekusi di Maumere, Kabupaten Sikka ternyata mempunyai dua sertifikat, yaitu tahun 1990 dan 2014

Rumah dan Lahan yang Dieksekusi di Maumere Punya Dua Sertifikat Tahun 1990 dan 2014
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Kepala Desa Waira, Paulus Plapeng 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Eksekusi lahan dan rumah milik Florianus Nong Sina, Kamis (1/11/2018) siang di RT 04/RW 03, Desa Waiara, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, telah dimenangkan penggugat Vinsensius Lerang dalam tingkat banding Pengadilan Tinggi NTT.

Lahan dan rumah disengketakan ini memiliki dua sertifikat terbitan tahun 1990-an dan tahun 2014.

Kepala Desa Waira, Paulus Plapeng mengatakan pemerintah desa hanya mengakui sertifikat yang diterbitkan tahun 2014. Sertifikat pertama dimiliki oleh penggugat Vinsenius Lerang, dan sertifikat kedua dimilik Florianus Nong Sina.

Baca: Taufik Kurniawan Minta Pemeriksaannya di KPK Dijadwalkan Ulang

"Pemerintah desa akui sertifikat Prona dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sikka diterbitkan tahun 2014. Kami tidak tahu ada sertifikat sebelumnya," kata Paulus Plapeng, kepada wartawan, Kamis (1/11/2018).

Menurut Paulus, proses sertifikat yang dilakukan sebelumnya tidak diketahui oleh pemerintah desa. Ia tidak tahu asal-usul sertifikat itu.

Baca: Alasan Reses, Taufik Kurniawan Tak Penuhi Panggilan KPK

Kepemilikan lahan dan rumah disengketakan ini, diakui Paulus, sudah pernah ditempuh penyelesaian oleh pemerintah desa. Berdasarkan data dan silsilah keturunan, pemerintah desa memutuskan dimiliki Florianus Nong Sina.

"Kalau kemudian terjadi perkara, bukan ranahnya kami lagi. Kami memediasi penyelesian di desa," ujar Paulus. (*)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved