Berita Manggarai Barat Terkini

Tim UGM Pasang Alat Pengukur Air di Wae Bobo Macang Pacar

Tim dari Universitas Gajah Mada (UGM) sudah memasang alat pengukur air di Wae Bobo, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar)

Tim UGM Pasang Alat Pengukur Air di Wae Bobo Macang Pacar
Pos Kupang/Servan Mammilianus
Pembangunan Mabar, Salvador Pinto

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO - Tim dari Universitas Gajah Mada (UGM) sudah memasang alat pengukur air di Wae Bobo, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), berkaitan dengan rencana pembangunan saluran irigasi ke Sawah Terang oleh Pemerintah Kabupaten Mabar.

"Tim dari UGM sudah memasang alat pengukur air di sumber air irigasi untuk mengetahui perkembangan debit air dari waktu ke waktu," kata Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mabar, Salvador Pinto, kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (4/10/2018).

Disampaikannya, alat tersebut dipasang selama 30 hari dan selanjutnya akan diselenggarakan Focus Group Discution (FGD) tahap akhir, untuk menghasilkan rekomendasi ke pemerintah Mabar. FGD akhir diperkirakan akan berlangsung pada akhir Oktober 2018 ini.

Baca: Dinsos NTT Siapkan 1.936 Ton Beras Antisipasi Bencana Kekeringan

Sebelumnya diberitakan, tim dari Universitas Gajah Mada (UGM) melakukan analisis secara ilmiah terhadap hasil survei potensi sumber air Wae Bobo di Macang Pacar untuk menjadi sumber air irigasi ke Sawah Terang di Boleng, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Baca: Penjabat Bupati Kupang Masih di Kantong Mendagri

Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mabar, Salvador Pinto, menyampaikan bahwa selain hasil pantauan langsung di lapangan, tim dari UGM itu juga mencari informasi lewat internet.

Pinto menyampaikan, tim dari UGM yang datang itu bukan 7 orang profesor tetapi terdiri dari 2 profesor, 3 doktor dan 2 pendamping, jumlah totalnya 7 orang.

"Kami bersama tim dari UGM itu sudah lakukan Focus Group Discution atau FGD awal. Tim UGM melakukan identifikasi berdasarkan pantauan langsung di lapangan dan sumber informasi dari internet. Selanjutnya, apa yang mereka dapatkan dari lapangan akan segera dianalisis secara ilmiah. Nantinya akan ada FGD lanjutan. Sekitar tanggal 24 atau 25 Oktober 2018 akan ada FGD hasil identifikasi di lapangan," kata Pinto. (*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved