Berita Kabupaten Nagekeo

Pabrik Es Sangat Membantu Nelayan Di Nagekeo

Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nagekeo melakukan uji coba Pabrik Es yang berlokasi di Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG.COM/ARIS NINU
Suasana uji coba Pabrik Es di Desa Nangadhero Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, Rabu (19/9/2018) 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Nagekeo melakukan uji coba Pabrik Es yang berlokasi di Desa Nangadhero, Kecamatan Aesesa.

Kehadiran pabrik Es tersebut rupanya akan membantu warga dalam hal untuk mendapatkan Es untuk pengawetan ikan hasil tangkapan nelayan.

Warga masyarakat Desa Nangadhero, Daud Manga, mengatakan sebagai nelayan dirinya merasa bersyukur karena dengan beroperasinya pabrik es sangat membantu sekali baik kepada pemilik armada atau nelayan maupun para penampung ikan.

Baca: Atlet Perkemi Mabar Raih Emas Kejurnas Kempo diJogjakarta

Baca: Tujuh Profesor Universitas Gajah Mada ke Labuan Bajo

Sebab, ketika hasil tangkapan nelayan berlimpah, es sebagai pengawet tidak tersedia. Keadaan itu membuat para penampung tidak bisa membeli dalam jumlah yang besar. Dampaknya, harga ikan menjadi murah dan tidak bisa menutup biaya operasional.

"Dengan tersedianya es melalui pabrik ini, maka nelayan akan sangat terbantu, dan ikan hasil tangkapan nelayan bisa dijual dengan harga yang wajar. Selama ini, kadang nelayan mengobral ikan, karena takut busuk dan rusak oleh karena tidak tersedianya es," ungkap Daud, Senin (24/9/2018).

Menurut Daud, pemerintah diharapkan kedepan untuk memperbanyak armada penangkap ikan seperti Rumpon dan pabrik es ini terus beroperasi.

"Jangan sampai hanya beroperasi satu atau dua bulan karena alasan rusak mesin dan lain sebagainya," harap Daud.

Daud meminta agar pemerintah perlu menyiapkan tenaga teknis pabrik es yang profesional yang mengerti tentang mesin.

Karena kalau tidak menyiapkan tenaga teknis yang baik, bukan tidak mungkin, pabrik es akan difungsikan lagi.

Sementara Muhamad Nurung yang juga adalah nelayan mengatakan bahw sebagai nelayan, pihaknya sangat membutuhkan ketersediaan Es dalam jumlah yang banyak.

Selama ini, kebutuhan akan es untuk mengawet ikan, terpaksa menggunakan es dari kulkas.

Secara kualitas, es dari kulkas hanya bertahan sekitar 10 menit, setelah itu mencair. Kalau es dari pabrik seperti itu, kualitasnya sangat bagus karena bisa bertahan hingga tujuh hari.

Terkait dengan harga es balok dengan berat 25 kg/ balok dengan harga Rp 12.000, apakah dirasakan terlalu mahal, kata dia, harga es dengan berat 25 kg/ balok masih wajar.

"Es dengan berat 25 kg dijual dengan harga 12.000 sudah pas dan tidak mahal, karena paling tidak pemerintah sudah memperhitungkan biaya produksi dan lain sebagainya. Bagi kami nelayan, harga es itu tidak mahal," katanya.

Halaman
12
Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved