Berita Kabupaten TTS

Begini Jeritan Tenaga K2 di Kabupaten TTS-NTT

918 tenaga K2 di Kabupaten TTS misalnya, merasa sedih lantaran penerimaan CPNSD tahun ini tak ada pengangkatan otomatis tenaga K2.

Begini Jeritan Tenaga K2 di Kabupaten TTS-NTT
CPNS 

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE – Pembukaan CPNSD tahun 2018 mendapatkan respon berbeda dari masyarakat. Ada yang senang karena lowongan pekerjaan yang selama ini dinanti akhirnya dibuka, ada pula yang sedih karena tidak diakomudir dalam CPNSD tahun ini.

918 tenaga K2 di Kabupaten TTS misalnya, mereka merasa sedih lantaran dalam CPNSD tahun ini tidak ada pengangkatan otomatis bagi tenaga K2. Padahal dari sisi usia, para tenaga K2 sudah tidah memenuhi syarat lagi untuk mendaftar sebagai pelamar umum.

Baca: Mangarai Barat-NTT Diguncang Gempa Bumi

Baca: Bawaslu Mabar Kumpulkan Semua Panwascam Bahas Pengawasan Kampanye Para Caleg

Impian untuk menjadi aparatur sipil negara ( ASN) seakan semakin pudar. Pengabdian belasan tahunan sebagai tenaga K2 seakan tak ada apa-apanya di mata negara. Jika mereka yang lain saat ini sibuk menyiapkan berkas dan mencari informasi terkait formasi dan pendaftaran CPNSD, para tenaga K2 ini hanya bisa meratapi nasib mereka.

" Kakak saya sudah sejak 2005 menjadi tenaga K2 dengan pengangkatan SK Bupati. 13 tahun saya mengabdi mulai dari penempatan di rumah jabatan bupati hingga saat ini di bagian pemerintahan.

Sekarang usia saya sudah 41 tahun, sedangkan pengangkatan tenaga K2 menjadi ASN tidak ada. Mau jadi pelamar umur terbentur persyaratan usia. Saya tidak bisa apa-apa selain meratapi nasi saya sambil berharap ada keajaiban sehingga pemerintah membuat kebijakan untuk mengangkat kami menjadi ASN," ungkap Emilia Jonahe tenaga K2 lingkup Pemkab TTS kepada pos kupang, Jumat (21/9/2018) di ruang kerjanya.

Lifinus Sanam (48) tenaga K2 lingkup Pemkab TTS juga mengutarakan hal yang sama. Saat ini, dirinya hanya bisa berharap agar pemerintah pusat bisa memberikan kepastian terhadap nasibnya.

Pasalnya, setelah kurang lebih 13 tahun mengabdi, hingga saat ini nasibnya untuk menjadi ASN semakin kabur. Dari persyaratan usia, dirinya sudah tidak memenuhi syarat sebagai pelamar umum.

Belum lagi kalau harus mengerjakan soal tes CPNSD, ia mengaku hal tersebut sangat sulit. Oleh sebab itu, ia meminta agar pemerintah pusat bisa membuat kebijakan untuk mengangkat langsun tenaga K2.

" Kakak, sebenarnya saya sudah jadi ASN waktu perekrutan dari K1, tetapi hak saya dirampas oleh pemerintah Kabupaten TTS yang secara sepihak membuat kebijakan pengalihan dari K1 ke K2. Sedangkan jatah ASN untuk kami diberikan kepada orang-orang yang berstatus K1 siluman.

Pemda TTS tidak mampu memberikan kepastian terhadap nasib kami. Ke DPRD, ke Bupati ke Sekda, semua hanya memberikan jawaban mengambang dan meminta kami bersabar dan terus bekerja. Umur kami terus bertambah, beban keluarga terus meningkat, gaji kami sebagai tenaga K2 hampir tidak mampu membiayai kebutuhan keluarga kami.

Kami harap, Pak Presiden bisa melihat kesusahan kami dan membuat kebijakan yang berpihak kepada kami," ujarnya dengan nada sedih. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help