Berita Kabupaten Kupang

16 Siswa SD GMIT Oebelo Pindah Sekolah Pasca Bentrok antar Warga Oebelo vs Tanah Merah

pasca bentrokan antar warga desa Oebelo dan warga desa Tanah Merah sekitar 16 siswanya yang pindah sekolah karena merasa takut

16 Siswa SD GMIT Oebelo Pindah Sekolah Pasca Bentrok antar Warga Oebelo vs Tanah Merah
POS KUPANG.COM/GECIO VIONA
Milson Zacharias S.Pd, guru penanggungjawab kelas siang SD GMIT Oebelo guru SDG Oebelo Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang, Senin (10/9/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG COM | KUPANG - Milson Zacharias S.Pd, guru penanggungjawab kelas siang SD GMIT Oebelo mengatakan, pasca bentrokan antar warga desa Oebelo dan warga desa Tanah Merah sekitar 16 siswanya yang pindah sekolah karena merasa takut, Senin (10/9/2018)

Hal itu disampaikannya ketika ditemui di ruang guru SDG Oebelo Desa Tanah Merah, Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang.

Baca: Kampung Adat Bondo Maroto Terbakar! Pemda Sumba Barat Bangun Dapur Umum

Baca: Para Kepsek di Desa Oebelo dan Desa Tanah Merah Harap Segera Ada Perdamaian

Dikatakannya, rata-rata siswa yang dipindahkan oleh orangtuanya tersebut merupakan siswa yang duduk di kelas I hingga kelas V dan bertempat tinggal di Desa Oebelo. Hanya sebagian kecil siswa yang bertempat tinggal di Desa Tanah Merah.

Karena situasi yang belum kondusif, lanjut Milson, aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut belum berjalan normal pihak sekolah mengurangi jam belajar siswa sehingga pulang lebih awal.

"Sekarang kita kurangi jam sekolah karena bilangnya bentrokan sering terjadi pada sore hari sehingga kita menghindari jika anak-anak belum sampai di rumah atau masih bermain, orangtua pasti cemas, sehinga kita sampaikan kalau pulang kita sampaikan langsung ke rumah," katanya.

Ia berharap, adanya perdamaian warga antar dua desa karena keadaan yang belum kondusif pasca bentrok sangat merugikan siswa.

"Supaya anak-anak bisa bersekolah dan tidak ada rasa takut diantara mereka (para siswa)," tegasnya.

Dikesempatan yang sama, Berlinda Somi Yohanes, Guru Kelas di SDG Oebelo kepada POS-KUPANG mengatakan,
Untuk sementara kegiatan belajar mengajar belum berjalan optimal karena para siswa termasuk guru-guru juga merasa was-was dan takut akan terjadinya bentrokan susulan.

Ia mengaku sangat prihatin karena banyak siswa yang masih takut dan mengalami trauma pasca bentrokan antar warga meletus akhir bulan lalu. Banyak juga siswa yang sudah lebih dari dua minggu tidak masuk sekolah karena takut.

"Mereka (para siswa) masih takut dan trauma dengan kejadian kemarin. Makanya kami sebagai guru juga prihatin terhadap mereka. Sampai sekarang banyak siswa yang belum masuk sekolah dari hari pertama kami masuk hingga sekarang," jelasnya.

Ia berharap, upaya damai segera dilaksanakan sehingga aktivitas belajar mengajar dapat berjalan normal dan para orangtua dan guru-guru tidak merasa takut dan khawatir sebab upaya perdamaian selama ini hanya sebatas wacana tanpa ada tindak lanjut.

"Kami sebagai guru juga mengunginkan KBM berjalan seperti semula," katanya. (*

Penulis: Gecio Viana
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help