Berita Kabupaten Kupang

Para Kepsek di Desa Oebelo dan Desa Tanah Merah Harap Segera Ada Perdamaian

Para Kepala Sekolah di wilayah desa Tanah Merah dan desa Oebelo mengharapkan adanya perdamaian antar warga kedua desa

Para Kepsek di Desa Oebelo dan Desa Tanah Merah Harap Segera Ada Perdamaian
POS KUPANG.COM/GECIO VIONA
Mariajina Soares S.Pd Kepala Sekolah SD Kristen Rehobot ketika ditemui POS-KUPANG.COM di halaman sekolah di sekolah tersebut yang berada di RT 22 RW 08 Dusun 4 desa Oebelo, Keamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Senin (28/8/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gecio Viana

POS-KUPANG COM | KUPANG - Para Kepala Sekolah (Kepsek) dimana sekolah yang dipimpinya berada di wilayah desa Tanah Merah dan desa Oebelo mengharapkan adanya perdamaian antar warga dari kedua desa tersebut, Senin (10/9/2018)

Perdamaian antar dua desa yang bentrok tersebut sangat diharapkan agar jalannya aktivitas belajar mengajar berjalan kondusif.

Baca: Simbolon Minta ASN Pemprov NTT Sesuaikan Diri Dengan Pemimpin Baru

Baca: Satgas 743/PSY dan Masyarakat Bersihkan Sampah di Pantai Sukarlaran Atapupu-Belu

Pasca bentrok terjadi pada Kamis (23/8/2018) sore dan mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka, praktis aktivitas sekolah lumpuh total selama kurang lebih satu minggu. Pihak sekolah memilih meliburkan siswanya hingga keadaan kondusif.

Sedangkan para siswa dan orangtuanya dirundung rasa takut akan bentrok susulan dan jaminan keselamatan. Banyak siswa pun enggan bersekolah karena takut dan cemas. Hal itu terlihat dari aktivitas sekolah yang nasih renggang.

Herlina Kleing S.Pd, Kepsek SMPN 1 Kupang Tengah, Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang ditemui di ruang kerjanya Senin siang mengatakan, pihaknya sangat berharap adanya perdamaian antar warga kedua desa tersebut karena aktivitas sekolah pasca bentrok berjalan tidak kondusif.

Dikatakannya, sampai hari ini banyak siswanya yang tidak ke sekolah karena takut dan merasa khawatir akan keselamatannya jika terjadi bentrokan susulan. Bahkan, lanjut Herlina, ada juga orangtua yang meminta izin kepadanya secara langsung agar anaknya untuk sementara waktu tidak bersekolah hingga sutuasi berangsur kondusif dan ada perdamaian.

Baca: Angin Puting Beliung Terjang RSUD Ruteng! Pasien Panik

"Kami sangat berharap kedua pihak bisa berdamai karena kalau kedua belah pihak mulai berdamai tentunya saya punya anak yang mau ke sekolah psikologi mereka sudah kembali pulih dan mereka sudah kembali ke sekolah untuk mendapatkan hak mereka untuk mendapat pendidikan," katanya.

Ia menjelaskan, sekolah yang dipimpinnya tersebut terletak di desa Tanah Merah dan banyak juga siswa dari kedua desa yang bentrok tersebut.

Selaku pimpinan, ia juga selalu mengimbau para siswa untuk menanamkan rasa cinta kasih dan persaudaraan sehingga para siswa dapat merasa nyaman bersekolah dan tidak terpengaruh dengan isu-isu bentrok susulan yang beredar di tengah masyarakat.

Halaman
12
Penulis: Gecio Viana
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help