Berita Kabupaten Sumba Barat

Dewan Soroti Studi Banding Hanya Habiskan Uang Daerah

DPRD Sumba Barat menyoroti studi banding oleh dewan maupun pemerintah tidak beri dampak positip bagi daerah hanya habiskan

Dewan Soroti Studi Banding Hanya Habiskan Uang Daerah
Pos Kupang/Petrus Piter
Ketua Komisi A DPRD Sumba Barat

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Petrus Piter

POS-KUPANG.COM, WAIKABUBAK----Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sumba Barat menyoroti kegiatan studi banding baik oleh dewan sendiri maupun pemerintah tidak memberi dampak positip bagi daerah ini.

Kegiatan itu hanya sekedar menghabiskan keuangan daerah.

Anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat, Lazarus JL Wula dan Timotius Tede Bola, secara terpisah menyampaikan hal itu di kantor DPRD Sumba Barat,
Senin (10/9/2018).

Baca: Calon TKI asal Belu Dicekal di Bandara El Tari Kupang

Baca: Pemkot Kupang Anggarkan 500 Juta untuk Pengadaan Tong Sampah

Menurut keduanya, kegiatan studi banding ke suatu wilayah tertentu, misalnya ke Jawa untuk melihat langsung bagaimana tata cara mengelolah sawah yang baik dengan menggunakan teknolog tepat guna, ke Bali menpelajari bagaimana mengelolah pariwisata, kuliner dan lain-lain.

Namun yang terjadi selama ini, biasanya setelah kembali dari kegiatan studi banding, hanya mengurus pertanggungjawaban pengelolaan keuangan saja. Sedangkan hasil dari studi banding tidak pernah disampaikan dalam forum sidang dewan atau dalam rapat pemerintahan. Pokoknya
menganggap sudah selesai.

Pertanyaannya, kapan baru menerapkan hasil studi banding itu. Faktanya sudah puluhan kali bahkan mungkin sudah ratusan kali karena sudah berlangsung lama tetapi daerah ini tidak pernah berubah lebih seperti harapan masyarakat selama ini.

Keduanya berharap ke depan, pola studing banding harus dirubah agar benar-benar bermanfaat bagi rakyat daerah ini.

Jujur kami katakan, studing banding selama hanya habiskan SPPD saja, bahkan seringkali berkelahi hanya karena SPPD. Kami harus jujur katakan, agar dewan mendatang lebih berperan aktif menyuarakan sesuatu yang dipandang kurang pas bagi rakyat daerah ini.

Hal itu harus bermula dari pribadi dewan sendiri yang harus memandang jabatan sebagai wakil rakyat di DPRD Sunba Barat sebagai sebuah pengabdian dan bukan memanndang sebagai sebuah jabatan pekerjaan.

Dengan demikian, dewan sungguh-sungguh bekerja melayani rakyat daerah ini. (*)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved