Berita Regional

Polisi Buru 2 Tersangka Pembunuh Bripka Faisal

Tim Polres Aceh Utara masih memburu dua tersangka pelaku pembunuhan Bripka Anumerta Faisal yang tewas di Pantai Bantayan

Polisi Buru 2 Tersangka Pembunuh Bripka Faisal
KOMPAS.com/Masriadi Sambo
Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian memperlihatkan barang bukti dan tersangka dalam kasus pembunuhan Bripka Faisal di Mapolres Aceh Utara. 

POS-KUPANG.COM | ACEH UTARA - Tim Polres Aceh Utara masih memburu dua tersangka pelaku pembunuhan Bripka Anumerta Faisal yang tewas di Pantai Bantayan, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, pada 26 Agustus 2018.

Kapolres Aceh Utara AKBP Ian Rizkian menyebutkan, kedua tersangka itu yakni bernisial TM alias Dek Gam dan Adi.

"Dua ini yang kami masukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Aceh Utara," kata AKBP Ian, Sabtu (1/9/2018).

Baca: Pria Ini Lolos dari Tilang Polisi Setelah Ancam Akan Telanjang di Jalan

AKBP Ian mengatakan, selama proses penyelidikan kasus itu, dua tersangka meninggal dunia yaitu Zulkifli alias Jol alias Botak (tewas ditembak petugas) dan Samsul Bahri alias Mancho, meninggal dunia dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Cut Meutia, Aceh Utara.

Sebelum meninggal, Samsul mengeluh sakit sehingga harus dibawa berobat. Akan tetapi, nyawanya tak tertolong dan meninggal dunia di rumah sakit.

Dua lainnya yang kini mendekam di Tahanan Polres Aceh Utara yaitu Darwin alias Wen dan Muhammad Arief Munandar alias Arep dan Muktar Midi.

"Untuk dua tersangka yang masuk DPO saya imbau menyerahkan diri. Jika pun tak mau menyerahkan diri, saya pastikan terus kita buru sampai ketemu," ujar Ian Rizkian.

Barang bukti yang disita dalam kasus ini adalah senjata jenis AK-56, puluhan butir peluru, satu granat manggis, satu granat nanas, sejata revolver milik Bripka Faisal, magasin, sejumlah pakaian milik tersangka, parfum, dompet, tiga sangkur, senter, gunting, minyak singer, pulpen, empat uang logam dengan nilai 1.000.

"Jadi, tersangka itu ada tujuh. Tiga sudah ditahan, dua DPO. Dua meninggal dunia," ujar AKBP Ian. (*)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help