Berita Kabupaten Sikka

Pembayaran Jatah Uang Pampilkada Diduga Tidak Sesuai Proposal

Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Sikka, Siflan Angi, membeberkan dugaan pembayaran jatah uang pengamanan Pilkada (Pampilkada)

Pembayaran  Jatah  Uang  Pampilkada  Diduga  Tidak  Sesuai  Proposal
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Aksi damai aktivis PMKRI Cabang Maumere mempertanyakan pengelolaan dana Pampilkada Sikka, Rabu (29/8/2018) siang di Mapolres Sikka, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur. 

 Laporan Wartawan  Pos-kupang.com,Eginius Mo’a

POS-KUPANG.COM,MAUMERE---Ketua Fraksi Partai  Nasdem  DPRD  Sikka, Siflan Angi, membeberkan  dugaan  pembayaran  jatah  uang  pengamanan Pilkada (Pampilkada) kepada anggota  Polres  Sikka  tidak  sesuai  dengan  besaran yang diajukan dalam proposal  kepada  Pemerintah  Kabupaten  Sikka di  Pulau  Flores,  Propinsi  Nusa Tenggara  Timur (NTT).

“Dana  Pampilkada   yang terserap  sekitar  20 persen  dari  nilai  total  Rp 5,8 miliar.  Kemana   dana  yang lain,” kata  Siflan  dalam  pemandangan  umum  fraksi  di  rapat  DPRD  Sikka,  Jumat  (31/8/2018).

Baca: Di Kabupaten Lembata Anjing Liar Makan Hati dan Jantung Kambing

Siflan  membeberkan,    untuk   310  personil  bertugas  di Pam TPS dbayar  Rp 2.300.000/personil  atau sejumah  Rp  713  juta.   Sedangkan  anggota   yang bertugas di  Pam Mako  menerima  Rp   1.400  ribu/personil atau   Rp  140 juta.
“Pertanyaan  fraksi  kami, kemana  anggaran  80  persen  yang belum terpakai. Apakah seperti  rumor  berkembang  di  kota selama ini  beberapa  persen sudah diterima oleh BPKP?

Ditemui POS-KUPANG.COM usai  sidang,  Siflan menegaskan masih  ada sisa   dana Pampilkada  sekitar  Rp  5 miliar   yang  belum  digunakan. Uang  itu, pinta  Silfan,  wajib  dikembalikan kepada pemerintah  daerah.

“Kembalikan saja  uang itu  ke kas  daerah. Agenda  Pilkada sisa  pelantikan bupati dan  wakil  bupati. Daerah  dan  masyarakat butuh  uang  untuk kebutuhan  masyarakat,” kata  Siflan.

Jurubicara  Fraksi  Partai  Demokrasi Indonesia  Perjuangan  (PDIP) DPRD  Sikka, Stef Sumandi, S.Fil,  mengatakan mekanismen pertanggungjawaban  dana  Pampilkada  Sikka harus menunggu  LPKJ  APBD  2018  dibahas pada   2019.

“LPKJ  bisa dilakukan  kalau  APBD suah diaudit oleh BPK  Perwakilan NTT.  Kalau   ada  kejanggalan  penggunaan uang ini, kita tanya  kepada  pemerintah,  yang bisa  hadirkan penerima  dana   hibah,” ujar  Stef.

Stef  sepakat, dana  sisa  Pampilkada yang tidak digunakan wajib dikembalikan ke kas  daerah. 

Penggunaan  dana  Pampilkada Sikka  memicu aksi damai  aktivis   Perhimpunan  Mahasiswa  Katolik  Republik  Indonesia  (PKMRI)  Cabang Maumere  kepada Polres  Sikka  dan  DPRD  Sikka,  Rabu (29/8/2018). *)

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved