Berita Labuan Bajo

Dirjen KSDA Tawarkan Forum Bersama untuk Pengelolaan Taman Nasional Komodo

Dirjen KSDA KLH dan Kehutanan Wiratno, menawarkan pembentukan forum komunikasi bersama pengelolaan TNK bersifat partisipatif melibatkan

Dirjen KSDA Tawarkan Forum Bersama untuk Pengelolaan Taman Nasional Komodo
pos kupang.com, servan mammilianus
Dirjen KSDA (kanan, pangku tangan) disambut aksi demonstrasi saat tiba di kantor dewan. 

 Laporan Reporter POS--KUPANG.COM Servatinus Mammilianus

POS--KUPANG.COM, LABUAN BAJO- Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wiratno, menawarkan pembentukan forum komunikasi bersama pengelolaan Taman Nasional Komodo (TNK) yang bersifat partisipatif dan melibatkan semua komponen terkait di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Dia menyampaikan itu saat ke Kantor DPRD Mabar Senin (14/8/2018), baik di hadapan para peserta aksi demonstrasi, maupun di hadapan anggota dewan serta kepada para wartawan.

"Forum pengelolaan Taman Nasional Komodo secara partisipatif. Sehingga semua pihak termasuk dewan mengetahui apa yang akan dilakukan di
Taman Nasional Komodo. Misalkan tahun 2019 apa yang mau dilakukan," kata Wiratno.

Baca: Tuan Rumah Perseftim Jamu Persesba di Final Suratin Cup 2018

Forum tersebut kata dia ikut memecahkan permasalahan yang dihadapi. Demikian juga bila ada rencana kata dia akan dibuat bersama serta dievaluasi bersama.

Wiratno saat itu datang ke DPRD bersama rombongan, termasuk tim yang dibentuk berkaitan dengan masalah pembangunan rest area di Pulau Rinca.
Kedatangannya disambut aksi demonstrasi disertai orasi penolakan pembangunan rest area di Pulau Rinca.

Di hadapan peserta aksi dia menawarkan forum itu, lalu meminta peserta aksi untuk memasukan dia ke dalam group WA yang ada.
Sementara para peserta aksi meminta agar segera mencabut izin pembangunan rest area di Pulau Rinca.

Diapun membacakan nomor teleponnya lewat pengeras suara. Selanjutnya menuju lantai dua Kantor DPRD menemui para wakil rakyat di daerah itu.
Para wakil rakyat saat itu menegaskan penolakan mereka terhadap pembangunan rest area di Pulau Rinca.(*)

Baca: Dua Jemaah Haji Asal NTT Meninggal Dunia Di Mekah

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved