Berita Kabupaten Malaka

Ini yang Dilakukan Pemkab Malaka agar Usaha Bawang Terus Berkelanjutan

Pemkab Malaka akan melakukukan pengadaan mesin pompa air dan pembangunan sumur bor.

Ini yang Dilakukan Pemkab Malaka agar Usaha Bawang Terus Berkelanjutan
POS-KUPANG.COM/Teni Jenahas
Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM | BETUN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malaka melalui Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan akan melakukukan pengadaan mesin pompa air dan pembangunan sumur bor.

Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutahn petani bawang sehingga petani tidak kesulitan air untuk mendukung usaha bawang merah.

Mulai tahun 2019, dinas memasukan dalam perencanaan pengadaan sehingga selain pengadaan benih bawang, pupuk dan obat-obatan, dinas juga melakukan pengadaan mesin pompa air dan  pembangunan sumur bor.

Baca: Jokowi Resmi Luncurkan AMMDes, si Mobil Desa di GIIAS

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Malaka, Yustinus Nahak kepada wartawan di Betun, Kamis (2/8/2018).

Menurut Yustinus, pengadaan pompa air dan pembangunan sumur bor merupakan satu paket kegiatan yang akan dilakukan tahun anggaran 2019 demi mendukung usaha bawang merah di Kabupaten Malaka.

Pengadaan mesin pompa air dan pembangunan sumur bor ini sesuai arahan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran setelah bupati melakukan kunjungan ke lapangan dan mendapat aspirasi dari petani bawang.

Para petani bawang menyampaikan kepada bupati bahwa mereka mengalami kesulitan air dalam mengembangkan bawang merah. Petani memiliki semangat tinggi untuk berusaha namun ada juga kendala yang mereka hadapi yakni kesulitan air.

Atas aspirasi tersebut, Bupati Stef yang sangat peka dan responsif itu langsung meminta dinas agar dalam perencanaan tahun 2019 bisa dimasukan item pengadaan mesin pompa air dan pembangunan sumur bor. Dengan demikian, keluhan petani bisa teratasi.

Menurut Yustinus, bagi petani yang menjalankan usaha bawang merah di daerah yang memiliki sumber air atau dekat dengan sumber air maka diberikan mesin pompa air dan pembangunan sumur bor.

Sedangkan petani yang menjalani usaha bawang di daerah dekat kali maka solusinya memberikan mesin penyedot air sehingga petani bisa menggunakan air kali.

Yustinus mengatakan, dengan penambahan areal penanaman bawang di Malaka saat ini, maka dinas terus melakukan koordinasi dengan petani, PPL dan tim pakar RPM agar bisa mengidentifikasi kendala yang dihadapi petani.

Dari hasil identifikasi itu dinas akan menindaklanjuti dengan perencanaan dan pengalokasikan anggaran. Hal ini penting dilakukan agar usaha pengembangan bawang merah di Malaka terus berkelanjutan. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved