Guru-guru SD dan SMP Bantu Panitia Awasi Pelaksanaan Tes Tenaga Honorer di Lembata

Guru-guru sekolah dasar dan guru SMP akan membantu panitia dalam mengawasi pelaksanaan tes penerimaan tenaga honor daerah

Guru-guru SD dan SMP Bantu Panitia Awasi Pelaksanaan Tes Tenaga Honorer di Lembata
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Para peserta bagian umum sedang menunggu pembagian nomor peserta di Kantor BKD-PSDM Kabupaten Lembata, Jumat (25/5/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Guru-guru sekolah dasar dan guru SMP akan membantu panitia dalam mengawasi pelaksanaan tes penerimaan tenaga honor daerah sebagai pegawai penerintah non PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata, Senin (28/5/2018) nanti.

Adapun guru yang membantu panitia mengawasi pelaksanaan tes tersebut, adalah guru-guru yang mengajar pada sekolah yang menjadi tempat dilaksanakan ujian tersebut.

Baca: 1.000 Kader Ikut Rapat Partai Golkar, Ini yang Mereka Bicarakan

Dengan demikian hanya guru pada empat sekolah tersebut yang diminta bantuan untuk itu. Empat sekolah dimaksud adalah SD Inpres 1 Lewoleba, SD Inpres 2 Lewoleba, SDK 1 Lewoleba dan SMP Negeri 1 Lewoleba.

Ketua Panitia Seleksi (Pansel) Penerimaan Pegawai Pemerintah Non PNS, Yuliana Lazar melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD-PSDM) Kabupaten Lembata, Patrisius Udjan, Sabtu (26/5/2018) pagi.

Dikatakannya, jumlah peserta yang akan mengikuti tes kali ini sebanyak 2.130 orang. Rinciannya, peserta kategori umum sebanyak 1.044 orang, guru-guru sebanyak 697 orang dan peserta bidang kesehatan sebanyak 389 orang. Para peserta ini berjuang untuk merebut 266 formasi yang disiapkan pemerintah.

"Guru-guru misalnya, dari 697 peserta yang mengikuti tes kali ini, hanya merebut 70 formasi yang disiapkan pemerintah. Dan dari 70 yang akan diterima, 20 di antaranya adalah guru kelas pada sekolah dasar (SD)," ujar Patris memberi contoh.

Sedangkan peserta dari bidang kesehatan, misalnya, wajib melampirkan sertifikat kelayakan dari organisasi yang memayunginya. Contonya, perawat harus melampirkan surat tanda registrasi (STR) yang diberikan PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia).

"STR itu wajib dilampirkan semua tenaga kesehatan yang ikut dalam ujian seleksi ini. STR itu merupakan sertifikat yang menerangkan tentang kompetensi para petugas kesehatan. Jadi lampiran itu menjadi salah satu syarat utama yang wajib diikuti peserta," ujar Patris.

Mengenai banyaknya peserta untuk bagian umum, Patris menyebutkan, para peserta itu kebanyakan dari jenjang SMA dan peserta yang baru saja lulus atau diwisuda di perguruan tinggi. Banyak juga peserta yang baru saja lulus SMA tahun ini mengikuti seleksi ini. Dari aspek ilmu, otaknya masih panas, sehingga kalau mereka mampu menjawab soal dengan baik dan benar, maka bisa saja mereka langsung diterima," ujarnya. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help