WOW! Pria ini Bisa Membangun Rumahnya Sendiri, Berbekal Usaha Ban Bekas. Begini Kisahnya.

Ban bekas kendaraan biasanya hanya akan berakhir di tempat pembuangan sampah.

WOW! Pria ini Bisa Membangun Rumahnya Sendiri, Berbekal Usaha Ban Bekas. Begini Kisahnya.
POS KUPANG/LEXI MANAFE
Nyongky Daik, ketika ditemui POS-KUPANG.COM di tempat usahanya, Pulo Inda Ban Zeken, Jalan Pulau Indah, Oesapa Barat, Kupang NTT, Senin (21/5/2018)

Laporan Repoter POS-KUPANG.COM, Lexy Manafe

POS-KUPANG.COM|KUPANG--Ban bekas kendaraan biasanya hanya akan berakhir di tempat pembuangan sampah.

Benda berbahan karet itu pun bisa menimbulkan masalah lingkungan yang serius.

Namun ditangan Nyongky Daik, ban-ban bekas yang awalnya hanyalah sampah dan limbah tak berguna bisa diolah menjadi rupiah yang kemudian ia gunakan untuk membangun rumahnya dan meyekolahkan anaknya.

Warga Jalan Pulau Indah, Oesapa Barat, Kupang NTT ini, telah menggeluti usaha penjualan ban bekas sejak 2005 lalu.

Baca: 10 Pangeran yang Masih Jomblo. Tajir Abiz dan Ganteng Lho, Mau?

Baca: Anda Ingin Melakukan Perjalanan Menggunakan Kapal Pelni ? simak Jadwal Hari ini

Baca: 700 Lebih Warga Kelurahan Oebobo Belum Menerima Rastra. Ini Penjelasan Lurah Oebobo.

Baca: TTU Dapat Kuota Pembebasan Lahan Kawan Hutan Menjadi Milik Pribadi Seluas 124 Ha

Usaha ini sendiri ia geluti setelah sebelumnya, ia bekerja sebagai pemulung.

"Awalnya saya mulai dari memulung ban bekas. setelah itu saya mulai pijnam uang di koperasi untuk membeli ban bekas dan mulai usaha ini," ungkapnya kepda POS-KUPANG.COM, Senin (21/5/2018).

Ban bekas yang ia beli dari masyarakat kota Kupang ini, kemudian ia jadikan sebagai pot, sofa, kursi, meja, rompong, dan juga baskom ban.

"Untuk ban bekas, kadang saya dapat dari toko secara gratis. tapi juga kadang saya beli dari orang. untuk yang masih bagus saya tinggal "membatik" kembali ban tersebut, lalu dijual kembali." jelasnya.

Ia mengaku, ban bekas yang kualitasnya masih bagus, ia beli dengan harga Rp 25 ribu sampai 30 ribu. Kemudian setelah dibatik, ia jual dengan harga Rp 40 sampai 50 ribu. bahkan ada yang bisa mencapai Rp 100 sampai 150 ribu, tergantung dari kualitas ban tersebut.

Namun untuk ban bekas yang kualitasnya kurang baik ia jual dengan harga Rp 2 ribu samapai 3 ribu.

menurutnya ban bekas tersebut biasanya di beli oleh tentara dan juga panitia lomba balap untuk dijadikan pengaman.

Ia berharap, usahanya bisa lebih sukses kedepannya nanti. tak lupa ia mengajak pemuda-pemuda Kota Kupang yang ingin belajar pengolahan ban bekas menjadi barang yang bernilai ekonomis tinggi agar datang ke tempat tersebut.(*)

Penulis: Lexy Manafe
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help