TTU Dapat Kuota Pembebasan Lahan Kawan Hutan Menjadi Milik Pribadi Seluas 124 Ha

Di tahun ini Kabupaten TTU mendapatkan kuota pembebasan lahan kawasan hutan untuk dijadikan lahan milik pribadi seluas 124 Ha.

TTU Dapat Kuota Pembebasan Lahan Kawan Hutan Menjadi Milik Pribadi Seluas 124 Ha
POS KUPANG/DION KOTA
Stefanus Kono

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM|KEFA -- Di tahun ini Kabupaten TTU mendapatkan kuota pembebasan lahan kawasan hutan untuk dijadikan lahan milik pribadi seluas 124 Ha.

Lahan kawasan hutan yang diserahkan untuk menjadi milik masyarakat merupakan lahan yang sudah lebih dari 20 tahun di tempat dan diolah oleh masyarakat.

Hal ini diungkapkan oleh ‎Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Kabupaten TTU, Stefanus Kono saat ditemui pos kupang, Senin ( 21/5/2018) di ruang kerjanya.

Pembebasan lahan kawasan Kehutanan untuk dijadikan milik masyarakat ini dilakukan berdasarkan keputusan menteri Kehutan.

Lahan kawasan hutan yang sudah lebih dari 20 tahun ditempati dan dikelolah masyarakat akan dibebaskan untuk dijadikan milik masyarakat.

Baca: Ombak Besar Nyaris Tenggelamkan Dermaga Ippi

Saat ini tim masih melakukan pendataan lahan-lahan kawasan hutan yang akan dibebaskan untuk masyarakat.

" Kita sudah berkoordinasi dengan pihak desa untuk mendata masyarakat yang sudah lama tinggal di kawasan untuk kita bebaskan lahannya. Nantinya pemerintah akan membantu untuk mengurus sertifikat lahan tersebut," ungkap Kono.

Terkait kayu yang ada di atas lahan tersebut, dikatakan Kono akan diproses kemudian.

Nantinya tim verifikasi akan turun ke lapangan untuk berbicara langsung dengan masyarakat dan pemerintah desa terkait kayu yang ada di lahan yang akan dibebaskan.

Apakah kayu tersebut akan diberikan kepada masyarakat, diserahkan kepada pemerintah desa, atau akan diambil pemerintah.

Hal ini akan dibicarakan usai sertifikat atas lahan yang dibebaskan telah diterbitkan.

" Kalau untuk kayu yang ada di atas lahan yang dibebaskan akan dibicarakan usai diterbitkan sertifikat atas lahan tersebut. Kita akan duduk bersama untuk membuat keputusan bersama, bijaknya kayu tersebut diberikan kepada siapa," jelas Kono. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved