Polisi Sebut Berita yang Disebarkan Dua Warga Kota Ruteng Resahkan Warga Manggarai

FR, warga Kelurahan Golo Dukal, Kota Ruteng, diduga menyebarkan berita hoax melalui akun FB.

Polisi Sebut Berita yang Disebarkan Dua Warga Kota Ruteng Resahkan Warga Manggarai
POS-KUPANG.COM/ARIS NINU
Kapolres Manggarai,AKBP Cliffry Steiny Lapian sedang pimpin apel siaga di Polres Manggarai 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM | RUTENG - FR, warga Kelurahan Golo Dukal, Kota Ruteng, diduga menyebarkan berita hoax melalui akun FB. dengan status "Ruteng Siaga 1, Terduga T masuk kota 7 orang."

Sementara R, warga Kelurahan Karot, Kota Ruteng dalam status di WA-nya dengan akun KK Led menulis "Diberitahukan kepada seluruh masyarakat Kota Ruteng mulai sekarang mulailah berhati2 karena teroris sudah lolos memasuki Kota Ruteng pada jam 02.48 tadi malam tujuan mereka kesana untuk meledakkan gereja Katedral dan Kumba dan jangan berkeliaran pada malam hari mereka lolos ke Ruteng lewat Iteng mereka berangkat dari sana dengan menggunakan motor laut mereka ada 7 orang. Saya atas nama STEFANUS JOHAN hanya melanjutkan karena ini diberitahukan dari Surabaya pada jam 12.56 tadi malam," kata Kasat Wira.

Baca: Dua Warga Manggarai Ini Diamankan Polisi Karena Membuat Status Soal Terorisme di Medsos

Ia menjelaskan, berita yang disebarkan kedua warga ternyata menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

"Maka itu keduanya kami panggil guna memberikan penjelasan dan klarifikasi terkait status di medsos tersebut. Keduanya sudah datang ke kantor dan sudah dimintai penjelasan soal status yang dimuat," ujar Wira.

Ia menegaskan, dalam UU Ite sudah jelas orang yang menyebarkan kabar atau berita bohong bisa dianggap melanggar pasal 28 ayat 1 dalam UU informasi dan traksaksi elektronik (UU ITE) dengan ancaman hukuman 5-7 tahun penjara.

Wira pun mengimbau warga Manggarai agar menggunakan medsos dengan baik sehingga jangan mengganggu situasi kamtibmas di daerah ini.

Mengenai apakah ada tindakan hukum atas penyebar hoax, Wira menegaskan, pihaknya masih melakukan proses pemeriksaan. (*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help