Bom di Surabaya

KASIHAN! Baru Sehari Dilamar Kekasih, Pelayan Gereja ini Tewas Dibom Teroris

Informasi yang dihimpun Djumilah, kakaknya tersebut masih sempat menolong korban setelah ledakan pertama.

KASIHAN! Baru Sehari Dilamar Kekasih, Pelayan Gereja ini Tewas Dibom Teroris
Aksi bom di Surabaya pada Minggu (13/5/2018) pagi. 

POS-KUPANG.COM - SURABAYA - Ledakan bom di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya 3 hari lalu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga Martha Djumani, pelayan gereja yang ikut menjadi korban bom yang diledakkan Dita Supriyanto.

Bagaimana tidak, Sabtu (12/5/2018) atau sehari sebelum bom meledak, Martha dilamar oleh Estefanus Masae, kekasihnya.

"Kasihan kakak saya, baru saja dilamar," kata Djumilah, adik dari Martha Djumani, ketika dikonfirmasi, Rabu (16/5/2018).

Baca: DPRD Manggarai Barat Nilai Izin Provinsi untuk Pembangunan Marina dan TPI Tidak Transparan

Baca: Berdasarkan Penelitian Ternyata Medsos Ikut Mempercepat Radikalisasi

Baca: Dituntut Hukuman 20 Tahun Penjara dan Denda Rp 10 Miliar, Ini Tanggapan Bos First Travel

Informasi yang dihimpun Djumilah, kakaknya tersebut masih sempat menolong korban setelah ledakan pertama.

Karena saat itu Martha berada di sekitar titik ledakan namun terhalang tembok sehingga selamat dari ledakan.

"Di ledakan kedua, dia sedang sibuk menolong korban dan lokasinya dekat dengan bom tanpa ada tembok penghalang," jelas warga Jalan Sutorejo Timur gang 7 Surabaya itu.

Martha langsung dilarikan di RSU dr Soetomo karena tubuhnya mengalami luka bakar hampir 90 persen.

Namun nyawanya tidak tertolong saat dalam perawatan medis.

Baca: Bom Bunuh Diri dan Gangguan Psikologi, Empat Faktor Pemicu yang Perlu Anda Tahu

Baca: Suara Bos First Travel Terbata-bata Saat Bacakan Nota Pembelaan Pribadi, Tangannya Bergetar

Baca: Oh, Ternyata NTT Belum Swasembada Beras. Ini Persoalannya

4 jam setelah kejadian, jasad Martha sudah langsung diambil keluarga dari identifikasi ciri fisik.

"Dari ciri salah satu jari kaki, kami sudah bisa mengidentifikasi jasad Martha," jelasnya.

Halaman
12
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help