Bom Bunuh Diri dan Gangguan Psikologi, Empat Faktor Pemicu yang Perlu Anda Tahu

Bom bunuh diri hanyalah tahap finalisasi dari sebuah proses panjang pergumulan psikologi. Pikiran manusia bisa

Bom Bunuh Diri dan Gangguan Psikologi, Empat Faktor Pemicu yang Perlu Anda Tahu
TRIBUNNEWS
Ledakan bom bunuh diri di GKI Surabaya, Minggu (13/5/2018) 

Oleh: Vinsen Belawa Making SKM.,M.Kes
Wakil Ketua Stikes CHMK, Sekjen IAKMI NTT

POS KUPANG.COM -- Tragedi bom bunuh diri menimbulkan duka yang teramat dalam. Ada tangis kehilangan sanak saudara terkasih, ada duka tak bertepi kehilangan penopang hidup serta ada luka menggores kalbu anak negeri.

Semua pihak mengutuk keras aksi ini dan segala upaya terbaik dikerahkan untuk mengatasi persoalan ini. Jelas ini terorisme, sebuah ancaman serius terhadap NKRI tercinta ini.

Tindakan bom diri ini dilakukan bukan tanpa alasan, bukan dalam proses yang singkat, melainkan sebuah rangkaian yang panjang sehingga tidak heran apabila seorang ibu sanggup membawa serta buah hatinya untuk mati bersama-sama.

Secara umum, teroris menderita ketidaksehatan jiwa. Hal ini terlihat dari aksi teror dengan kekerasan bahkan hingga mengakibatkan korban jiwa termasuk jiwanya sendiri (bunuh diri).

Teori Psikiatrik Ketidaksehatan Jiwa juga menyatakan ketidaksehatan jiwa mendorong orang melakukan kekerasan yang ekstrem. Selain itu orang yang mempunyai perilaku fanatik akan berkarakter sadisme dan buas.

Bunuh Diri dan Terorisme

Bunuh diri sendiri merupakan sebuah upaya sadar dari dalam dirinya untuk mengakhiri hidupnya tanpa bantuan aktif dari orang lain dan atas kemauan sendiri.

Motif bunuh diri bermacam-macam, namun biasanya didasari oleh rasa bersalah yang sangat besar, karena merasa gagal mencapai sesuatu harapan.

Selain itu karena lemahnya integrasi dari individu tersebut dengan lingkungan sekitarnya, sehingga timbulnya rasa tersingkir atau terkucil dari lingkungan yang ada disekitarnya.

Halaman
1234
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help