VIDEO: Benda Mencurigakan di Dekat Stasiun Palmerah, Polisi Tutup Jalan

Erwin Purba (28), warga sekitar, mengaku melihat kardus tersebut di dekat tempatnya menambal ban.

Editor: Bebet I Hidayat
Wartakota/Istimewa
Benda mencurigakan di stasiun palmerah 

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Kotak kardus yang dicurigai berisi bom ditemukan di depan Stasiun Palmerah, Jakarta, Selasa (15/5/2018).

Polisi langsung menutup akses Jalan Teuku Nyak Arif ke arah Slipi.

Ratusan warga sekitar menyaksikan pengamanan lokasi oleh kepolisian.

Erwin Purba (28), warga sekitar, mengaku melihat kardus tersebut di dekat tempatnya menambal ban.

Saat itu, sekitar pukul 14.50 WIB, ia melihat kardus besar berwarna biru yang teronggok di dekat tempatnya.

Ia lantas penasaran dengan isi kardus tersebut. Sebelum membukanya, ia sempat menggeser kardus yang ternyata berat.

Karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, ia memanggil tukang ojek di sekitar untuk membantu.

Baca: Soal Ketua NasDem NTT, Jacki Uly: Ray Fernandes Isi Kekosongan

Baca: Saat Berdandan Seperti Wanita, Aming Disebut Mirip Lucinta Luna, Setuju? Yuk Intip Foto-fotonya

Baca: Rumah Penjual Tanaman Hias Digeledah Polisi. Ternyata Dari Dalam Rumah Ditemukan Ini.

Ia pun langsung melapor kepada polisi. Saat ini polisi sudah menyiagakan Tim Gegana atau penjinak bom di lokasi.

Simak videonya dengan KLIK  DI SINI

Daya Ledak Bom

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat konferensi pers di Media Center Polda Jatim, Senin (14/5/2018).
Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat konferensi pers di Media Center Polda Jatim, Senin (14/5/2018). (TRIBUNJATIM.COM/NDARU WIJAYANTO)

Kapolri Jenderal Tito Karnavian membongkar daya ledak bom pipa yang digunakan terduga teroris di Surabaya dan Sidoarjo .

Berbahan peledak triacetone triperoxide (TATP), jenis peledak ini lekat dengan kelompok ISIS.

"Semua orang ini (pelaku teror Surabaya) ditemukan bom yang sama. Karena bahan yang terkenal di ISIS sering berbicaranya 'the mother of satan'. Ibu dari setan," kata Tito di Mapolda Jatim, Senin (14/5/2018).

Menurutnya, kekuatan bom pipa terduga teroris ini terlihat dari ledakan yang terjadi di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo.

Tito menganggap, bom pipa yang dirakit justru memakan sang tuan rumah.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved