Hasil Identifikasi Kementerian Kominfo, Ada 1.000 Akun Media Sosial Muncul Pasca Bom Surabaya

Menkominfo, Rudiantara memanggil Facebook, Twitter, Google, dan YouTube, hingga Telegram untuk membahas masalah penanganan konten radikalisme

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara memanggil Facebook, Twitter, Google, dan YouTube, hingga Telegram untuk membahas masalah penanganan konten radikalisme, pasca teror bom yang terjadi di Surabaya.

Dalam pertemuan tersebut, keempat platform dan pemerintah telah sepakat untuk bergerak cepat dalam melakukan penanganan konten.

Baca: Bomber Surabaya Belum Lunasi Uang Kontrakan Rumah. Kunjungi Ibu Sebelum Ledakkan Bom Bunuh Diri

Tujuannya agar konten radikalisme tersebut

Baca: BREAKING NEWS: Dicurigai Bom, Sebuah Kardus Besar Ditemukan di Depan Stasiun Palmerah Jakarta

tidak tersebar luas.

"Identifikasi sementara ada lebih dari 1.000 akun yang confirm (bermuatan radikalisme). Ada yang sudah di-takedown, atau sudah dihapus. Tapi ada juga yang belum," terang pria yang akrab disapa Chief RA ini kepada awak media, Selasa (15/5/2018).

Baca: Di Tengah Hiruk-pikuk Bom Bunuh Diri, Joko Widodo Angkat 4 Staf Khusus Presiden, Ada Apa?

Rinciannya, ada lebih dari 280 akun Telegram yang langsung dihapus. Facebook dan Instagram mengidentifikasi ada 450-an akun radikal, dan sekitar 300 akun sudah dihapus.

Lalu YouTube telah mengidentifikasi 250-an akun, tapi baru sekitar 40-70 persen selesai dihapus.

Twitter ada 60-70 akun, setengahnya sudah dihapus. Sisa akun di masing-masing media sosial tersebut masih dalam proses pemantauan.

Baca: Laga Persija Jakarta vs Home United Live RCTI Malam Ini, Simic cs Diprediksi Unggul Head to Head

Rudiantara menjelaskan, ada akun-akun tertentu yang memang sengaja belum dihapus oleh para raksasa internet itu.

Hal ini berdasarkan permintaan dari pihak kepolisian dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) karena akun tersebut masih dalam proses penelusuran.

"Ini untuk mengetahui jaringannya ke mana. Bukan berarti tidak diblokir, tapi hanya masalah waktu saja," ujarnya.

Halaman
1234
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved