Kerusuhan di Rutan Mako Brimob

Warga Tolak Jazad Teroris yang Tewas di Mako Brimob Dikebumikan di Kampungnya. Ini Penyebabnya!

Selain lima anggota kepolisian yang gugur saat ada kerusuhan di Rutqan Mako Brimob, salah seorang narapidana terorisme juga ikut jadi korban.

Editor: Bebet I Hidayat
Warta Kota/Muhammad Azzam
Helm terduga teroris yang tertinggal di dekat lapak pedagang buah usai diringkus Densus 88 Anti Teror di Jalan Diponegoro Underpass, Tambun, Kabupaten Bekasi, pada Kamis (10/4/2018) dini hari. 

POS-KUPANG.COM -  Warga Desa Korong Malay Tengah, Kota Pariaman< Sumatera Barat, menolak pemakaman jenazah narapidana teroris yang tewas saat kerusuhan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Jakarta.

Selain lima anggota kepolisian yang gugur saat ada kerusuhan di Rutqan Mako Brimob, salah seorang narapidana terorisme juga ikut jadi korban.

Alasannya, warga khawatir jika teman almarhum akan mendatangi kampunya jika jenazah dimakamkan di desa tersebut.

Selain itu, penolakan dari warga juga didasarkan karena alasan menjaga nama baik kampung.

Dari pengakuan warga, almarhum dikatakan bukanlah penduduk asli kampung Korong Malay dan tercatat sudah lama tinggal di Pekanbaru, Riau.

Baca: Jenazah Bripka Marhum Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Malua Galiau Batu Nirwala Alor

Baca: Bripka Frenje akan Mendapatkan Kenaikan Pangkat Luar Biasa

Baca: Jenazah Bripka Frenje Diangkut Menggunakan Kapal Basarnas ke Alor

Sementara itu pihak keluarga almarhum narapidana teroris yang tewas saat kerusuhan di Rutan cabang Salemba di Mako Brimob, Depok mengaku pasrah dan mengiklaskan kepergian almarhum.

Keluarga juga berharap pemerintah segera memulangkan jenazah agar dapat segera dimakamkan di lokasi lain.

"Kami pasrah, kami kami tidak tahu seluk beluknya, kami iklaskan kepergiannya," ujar Karyanto keluarga almarhum.

Simak videonya: 

(TribunWow)

Krishna Murti Bikin Netizen Murka karena Unggah Foto Soal Teroris Ini di Instagramnya

Sejak kemarin, mata masyarakat Indonesia kini sedang tertuju pada Mako Brimob.

Ya, kerusuhan dan penyanderaan terjadi di rumah tahanan itu pada Selasa (8/5/2018) dini hari hingga Kamis (10/5/2018).

Kerusuhan yang berawal dari cekcok soal pemeriksaan makanan keluarga napi itu berujung mengerikan.

Sebanyak 5 polisi dan 1 napi tewas dalam insiden tersebut.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved