Walaupun Gunakan Genset, UNBK di SMPN 1 Lamba Leda Berjalan Lancar

Walaupun hanya menggunakan dua unit mesin generator set (Genset), pelaksanaan UNBK di SMPN 1 Lamba Leda berjalan lancar.

Walaupun Gunakan Genset, UNBK di SMPN 1 Lamba Leda Berjalan Lancar
ISTIMEWA
Camat Lamba Leda, Drs. Aleksius Rahman dan Kepala Sekolah SMPN 1 Lamba Leda, Yohakim Nurak, S.Ag saat memantau pelaksanaan UNBK. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Walaupun hanya menggunakan dua unit mesin generator set (Genset), pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMPN 1 Lamba Leda berjalan lancar.

SMPN 1 Lamba Leda merupakan satu-satunya SMPN di kecamatan ini yang menyelenggarakan UNBK tahun 2018.

Baca: RAT ke-29 Puskopdit Bekatigade Timor, Wara Sabon: Ekspansi Wilayah Hindari Gesekan

Camat Lamba Leda, Drs. Aleksius Rahman, kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (27/4/2018), menjelaskan, dari hasil monitoringnya, pelaksanaan UNBK berjalan lancar, baik jaringan internet maupun sumber daya energi listrik.

"Untuk energi listrik menggunakan dua unit mesin genset masing-masing berkekuatan 7000 watt," kata Aleksius.

Para siswa SMPN 1 Lamba Leda sedang mengikuti UNBK
Para siswa SMPN 1 Lamba Leda sedang mengikuti UNBK (ISTIMEWA)

Sedangkan perangkat komputer yang disiapkan sebanyak 28 unit beserta meja dan kursinya. Perangkat komputer tersebut merupakan bantuan dari Yayasan Filantropi Semesta tahun 2016.

Baca: Ini 6 Desa di Lembata yang akan Mendapat Jatah Beras Rastra dari Bulog

Aleksius menjelaskan, dari laporan Kepala Sekolah SMPN 1 Lamba Leda, Yohakim Nurak, S.Ag, jumlah peserta UNBK sebanyak 87 orang. Dua orang di antarnya tidak mengikuti ujian karena sudah pindah ke sekolah lain.

Pelaksanaan ujian menggunakan dua ruang kelas dan dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama dimulai pukul 07.30 Wita-09.30 Wita. Sesi kedua pukul 10.30 Wita-12.30 Wita, dan sesi ketiga pukul 14.00 Wita-pukul 16.00 Wita.

Baca: Bulog Lembata Siap Salurkan 530 Ton Beras di Gudang. Penerima Ambilnya Dimana Ya?

Menurut Kepala Sekolah SMPN 1 Lamba Leda, Yohakim Nurak, peserta UNBK tidak mengalami kesulitan dalam mengoperasikan komputer karena sudah dilakukan pelatihan sampai matang.

"Kepala sekolah mengharapkan agar UNBK selanjutnya tidak lagi menggunakan mesin genset tapi menggunakan jaringan listrik dari PLN," kata Aleksius. (kas)

Penulis: Kanis Jehola
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved