VIDEO: Ayah Cabuli Anak Tirinya yang Masih Bocah kelas 2 SD
DDP Alias MG tegah melakukan persetubuhan secara berkelanjutan terhadap bocah (9)yang adalah anak tirinya.
Penulis: Robert Ropo | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo
POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - DDP Alias MG tegah melakukan persetubuhan secara berkelanjutan terhadap bocah (9) berinisial MHT alias N yang masih duduk di kelas dua SD.
MHT yang adalah anak tiri DDP itu dicabuli pada bulan Oktober 2017 dan Desember 2017.
Kapolres Sumba Timur AKBP Victor MT Silalahi, SH,MH menyampaikan itu saat menggelar konferensi pers di Mapolres setempat, Selasa (24/4/2018).
Baca: Wow, Ada Rumah Barbie di Kupang, Dimana Sih?
Baca: Menganiaya dan Membunuh Bayinya, Ibu Ini Terancam Hukuman Berat Seperti Ini
Baca: Sedih, Usai Menganiaya dan Membunuh Bayinya, Ibu Ini Ungkap Alasannya
Victor yang didampingi Kasubag Humas Polres Sumba Timur Iptu I Made Murja dan Kapolsek Pandawai Iptu Ejuibo Bere menjelaskan kronologisnya awalnya saat korban pulang sekolah kemudian korban ganti pakian seragam dan makan siang.
Setelah itu korban masuk kamar dan tersangka juga kemudian masuk kedalam kamar tidur tersebut kemudian memeluk korban kemudian tersangka melakukan persetubuan terhadap korban.
Saat melakukan persetubuhan korban ingin berteriak namun tersangka yang merupakan suami dari ibu korban tersebut mengeretak korban sehingga korban takut dan pasrah melayani nafsu bejat ayah tirinya itu.
Victor mengatakan, sejak peristiwa itu menimpah korban, korban selalu merasa sakit pada kemaluan korban, namun nafsu birahi sang ayah tirinya itu kembali melampiaskan kepada korban pada bulan Desember 2017.
Kata Victor korban merasa ketakutan atas peristiwa yang dua kali menimpahnya yang dilakukan ayah tirinya itu, sehingga korban selalu merasa ketakutan terhadap tersangka.
Baca: Usai Melahirkan, Ibu ini Tega Menganiaya Bayinya Hingga Meninggal Dunia, Begini Kronologisnya
Baca: Bayi Dikasih Dot, Ternyata Banyak Manfaatnya Loh, Mom
Baca: Bayi Ini Lahir 4 Tahun Setelah Orang Tuanya Meninggal, Kok Bisa Ya?