PosKupang/

Wow! Cuma Satu Bulan Dinas Pertanian Flotim Berhasil Lakukan Penjarangan 421 Hektar

Dinas Pertanian Flores Timur (Flotim) gencar mewujudkan misi selamatkan tanaman rakyat Flotim dengan melakukan penjarangan.

Wow! Cuma Satu Bulan Dinas Pertanian Flotim Berhasil Lakukan Penjarangan 421 Hektar
POS-KUPANG.COM/FELIKS JANGGU
Kadis Pertanian Flotim, Anton Wukak Sogen

Laporan Wartawan Pos-Kupang.Com, Feliks Janggu

POS-KUPANG.COM, LARANTUKA - Dinas Pertanian Flores Timur (Flotim) gencar mewujudkan misi selamatkan tanaman rakyat Flotim dengan melakukan penjarangan.

Mengerahkan seluruh peralatan potong, Dinas Pertanian melalui para penyuluh mereka di lapangan bersama petani telah melakukan penjarangan jambu mente dengan luas area 421 hektar.

Baca: Rehab Rujab Pimpinan DPRD TTS, PPK Konsultasi ke BPKP

Kadis Pertanian Flotim, Anton Wukak Sogen, didampingi Kabid Perkebunan, Sebestian S Kleden, kepada Pos-Kupang.Com, Kamis (5/4/2018), menjelaskan, target pada 2018 sebanyak 1.000 hektar.

Penjarangan pada triwulan pertama, jelas Wukak Sogen, efektif hanya satu bulan dengan capaian yang sangat memuaskan.

Baca: SMKN 5 Kupang Dapat 2 Sekolah Titipan, Apa Saja?

Hal positif yang ditemukan di lapangan, banyak petani yang menawarkan jambu mentenya dipotong. Padahal bukan dari target Dinas Pertanian.

Setiap desa, kata Wukak Sogen, dibatasi jumlah hektarnya. Namun kadang satu desa tidak mencapai target tapi di desa lain melebihi target.

Wukak Sogen menjelaskan, tantangan yang ditemukan di lapangan, yakni mitos, keyakinan yang dipegang masyarakat terkait tanaman.

Sebagian masyarakat merasa sulit untuk memotong pohon, apalagi ketika pohon itu mulai berbunga. Masyarakat juga meyakini, sebelum dipotong harus digelar acara adat.

Dalam siklus tertentu dunia pertanian, para petani dilarang ke kebun. Tidak boleh memotong pohon.

Karena itu, kata Wukak Sogen, para penyuluh lapangan telah dibekali untuk selalu memperhatikan kebajikan-kebajikan lokal ini.

"Ada yang ditunda potongnya dan ada juga petani yang meminta tambah jumlah hektarnya dipotong seperti di Wolo Demonpagong," kata Wukak Sogen. (*)

Penulis: Felix Janggu
Editor: Kanis_Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help