PosKupang/

Bunuh Nuryanti, Pemuda Bulukumba Diancam 15 Tahun Penjara

ATT alias RH (26), pemuda asal Bulukumba, dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Bunuh Nuryanti, Pemuda Bulukumba Diancam 15 Tahun Penjara
POS-KUPANG.COM/SERVATINUS MAMMILIANUS
ATT (wajah ditutup) saat tiba di Polres Manggarai Barat, Rabu (21/3/2017). 

Laporan wartawan Pos-Kupang.Com, Servatinus Mammilianus

POS-KUPANG.COM, LABUAN BAJO - ATT alias RH (26), pemuda asal Bulukumba, Sulawesi Selatan, yang membunuh Nuryanti (29) asal Batam, Kepulauan Riau, di hotel di Labuan Bajo dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Baca: Pemuda Asal Bulukumba Membunuh Nuryanti di Labuan Bajo, Ternyata Motifnya karena Cemburu

"Dia dijerat pasal pembunuhan 338 KUHP dengan ancaman hukumannya 15 tahun penjara. Kalau kami temukan indikasi bahwa kasus pembunuhan ini telah terencana sejak sebelumnya, kami akan tambahkan pasalnya nanti," kata Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat (Mabar), Iptu Dewa Ditya, SIK kepada wartawan di Polres Manggarai Barat, Kamis (22/3/2018).

Baca: Luar Biasa! Pembunuh Nuryanti di Labuan Bajo Ditangkap Polisi di Bulukumba

Dikatakannya, pihaknya sedang mendalami kemungkinan ada atau tidaknya pihak lain yang terlibat atau membantu pelaku.

Dewa mengatakan, Nuryanti dibunuh bulan Agustus 2017 oleh pacarnya ATT alias RH (26), asal Bulukumba-Sulawesi Selatan dengan cara dicekik di salah satu kamar hotel di Labuan Bajo karena cemburu.

Jenazah korban dibiarkan oleh pelaku di kawasan Bukit Cinta Labuan Bajo. Kerangka korban ditemukan oleh salah seorang warga pada November 2017, lalu melaporkan ke Polres Mabar.

Sejak saat itu polisi bekerja keras dan berhasil membekuk pelaku di Bulukumba, Senin (19/3/2018).

Setelah dibekuk, polisi membawa pelaku ke Labuan Bajo dan tiba hari Rabu (21/3/2018) serta langsung dijebloskan ke dalam sel tahanan.
Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka. (*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Kanis_Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help