PosKupang/

Jenazah Seorang Petani Ditemukan di Kamar Setelah Sempat Menyapa Tetangga

Setelah tidak terlihat beberapa hari, kamarnya dipaksa dibuka dan tubuh Ali ditemukan tidak bernyawa

Jenazah Seorang Petani Ditemukan di Kamar Setelah Sempat Menyapa Tetangga
viralthread
Ilustrasi mayat 

POS-KUPANG.COM -- Seorang petani berusia 34 tahun ditemukan tewas di kamar oleh tetangganya.

Dilansir dari Daily Trust, diketahui pria tersebut bernama Dikko Ali yang ditemukan pada Kamis (8/2/2018) dengan dua luka di salah satu kakinya.

Seorang tetangga almarhum mengatakan kepada wartawan sebelum jasad Ali ditemukan mereka sempat bertegur sapa.

Setelah tidak terlihat beberapa hari, kamarnya dipaksa dibuka dan tubuh Ali ditemukan tidak bernyawa di samping genangan darahnya.

Baca: Viktor Laikodat Prihatin dengan Kasus yang Menimpa Marianus Sae, Soal Nomor Urut Begini Komentarnya!

Sebelumnya diketahui ada perkelahian kelompok pemuda di daerah tersebut.

Perkelahian tersebut mengakibatkan pengancuran beberapa tempat bisnis dan melukai tiga orang tak dikenal.

Seorang pemimpin pemuda di daerah itu, Daniel Christopher, yang merupakan kerabat almarhum, menduga bahwa almarhum kakaknya mungkin terjebak dalam pertarungan tersebut.

Baca: Presiden Filipina Rodrigo Duterte Perintahkan Tembak Kemaluan Wanita yang Berniat Melawan Pemerintah

Upaya untuk berbicara dengan Petugas Kepolisian Daerah (DPO) Kubwa, CSP Ayobami Surajudeen, tentang masalah tersebut tidak berhasil karena dia dikatakan sedang melakukan perjalanan saat reporter kami mengunjungi kantor polisi, sementara kontak teleponnya tidak bisa dihubungi.

Baca: Istri Daniel Mananta Diungkit di Indonesian Idol 2018, Berikut 5 Fakta Menarik Tentang Viola Maria

Namun seorang perwira polisi senior di Kubwa, Abuja, Nigeria, mengkonfirmasi insiden tersebut, serta menambahkan bahwa masalah itu telah dilaporkan ke divisi yang bersangkutan.

Polisi pun menyetujui pembebasan jenazah dari rumah sakit umum Kubwa setelah diminta oleh beberapa pemimpin masyarakat.

(Tribunnews/Rika Apriyanti)

Penulis: Rika Apriyanti
Editor: Rika Apriyanti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help