Presiden Filipina Rodrigo Duterte Perintahkan Tembak Kemaluan Wanita yang Berniat Melawan Pemerintah

'Tembak saja kemaluannya. Jika sudah ditembak, maka dia tidak berguna lagi bagi kalian,'

Presiden Filipina Rodrigo Duterte Perintahkan Tembak Kemaluan Wanita yang Berniat Melawan Pemerintah
(HO / PRESIDENTIAL PHOTO DIVISION / AFP )
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte 

POS-KUPANG.COM -- Organisasi pengawas HAM (HRW) merilis laporan ucapan Presiden Filipina, Rodrigo Duterte yang dianggap bernada pelecehan.

Dilansir dari Al Jazeera pada Selasa (13/2/2018), HRW menyatakan bahwa Duterte telah memerintahkan pasukannya untuk menembak kemaluan pemberontak wanita.

Saat itu, Duterte berkata militer tidak perlu untuk menembak mati pemberontak komunis wanita.

Baca: Yuk Simak Siaran Langsung Rapat Pleno Penarikan Nomor Urut Paslon Gubernur NTT

"Tembak saja kemaluannya. Jika sudah ditembak, maka dia tidak berguna lagi bagi kalian,'' ujar Duterte yang diyakini terjadi pada 7 Februari 2018 dalam bahasa Visayan yang biasa dipakai di kawasan selatan dan tengah Filipina.

Hal ini dilakukan sebagai hukuman kepada wanita yang berniat melawan pemerintah, kata HRW.

Sejak menjadi orang nomor satu Filipina, Duterte sering membuat komentar yang kontroversial dan seksis.

Pada Mei 2017, ketika Marawi diserang kelompok Abu Sayyaf dan Maute, Duterte berujar para tentaranya bisa memperkosa tiga perempuan sekaligus.

"Saya tidak akan menghukum kalian kalau kalian melakukannya. Namun, itu menurut saya," kata Duterte saat itu.

Baca: BKN Unggah Informasi Mengenai Hal Ini, Netizen Pertanyakan Pendaftaran CPNS 2018

Halaman
12
Penulis: Rika Apriyanti
Editor: Rika Apriyanti
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help