VIDEO: Mahasiswa Unimor Protes Oknum Dosen Jual Modul

Ini alasan mahasiswa di Unimor melakukan aksi unjuk rasa damai. Simak video berikut ini

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Puluhan mahasiswa dari program studi biologi, Univeristas Timor (Unimor) menggelar aksi damai di kampus, Kamis (17/1/2018).

Mahasiswa yang berjumlah 20 orang lebih itu mengatasnama Forum Mahasiswa Unimor Anti Ekspolitasi.

Mahasiswa protes terhadap oknum dosen berinisial HM yang menjual modul kepada mahasiswa untuk mendapatkan nilai ujian. Harga modul sebesar Rp 50.000.

Mahasiswa menilai hal itu sebagai bentuk pungutan liar (pungli) yang bertentangan dengan Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi nomor 22 tahun 2016 tentang Biaya Kuliah Tunggal dan Uang Kuliah Tunggal pada Perguruan Tinggi Negeri.

Hal ini disampaikan mahasiswa dalam pernyataan sikapnya saat menggelar aksi damai di Kampus Unimor, Kamis (17/1/2018).

Koordinator aksi, Simau Parera mengatakan, praktek pungli yang dilakukan oknum dosen berinisial HM berawal dari proses perkuliahan yang tidak efektif, baik dari sisi materi maupun praktek.

Akibatnya, banyak mahasiswa semester V dan VII yang tidak lulus program studi Aplikasi Komputer yang diasuh oleh dosen HM. Dari 213 mahasiswa, hanya 49 orang yang lulus mata kuliah Aplikasi Komputer.

Lalu, dosen pengasuh mata kuliah mewajibkan mahasiswa yang tidak lulus untuk membeli buku dengan judul buku "Kerjakan Sains" seharga Rp 50.000. Pembelian buku ini tidak langsung berurusan dengan dosen pengasuh tetapi mahasiswa diarahkan ke salah satu pemilik rental dan foto kopi di wilayah BTN.

Kemudian, dosen pengasuh menyuruh mahasiswa yang tidak lulus untuk mengecek nilai di tempat foto kopi tersebut. Bagi mahasiswa yang hendak mengecek nilai harus membayar Rp 50.000 sekaligus mendapatkan buku.

Halaman
12
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved