PosKupang/

Celaka! Banyak Sekolah Terancam Tutup di Ende Karena Alasan Ini

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende merasa prihatin terkait dengan sekolah di daerah itu

Celaka! Banyak Sekolah Terancam Tutup di Ende Karena Alasan Ini
Pos Kupang/Romualdus Pius
Kadis P dan K Ende, Petrus Guido No 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM | ENDE - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Petrus Guido No mengatakan, banyak sekolah di daerah tersebut terancam ditutup karena ketiadaan murid baik sekolah dasar maupun sekolah menengah.

Hal tersebut dikatakan Petrus kepada Pos Kupang, Jumat (12/1/2018) ketika dikonfirmasi mengenai keberadaan sekolah di Kabupaten Ende.

Petrus mengatakan, meskipun pihaknya belum ada data yang pasti tentang sekolah yang akan ditutup namun berdasarkan pengamatan pihak dinas di lapangan menemukan bahwa banyak sekolah yang terancam ditutup karena ketiadaan murid.

Dikatakan hal yang mendasari banyak sekolah kekurangan murid dikarenakan memang di desa tempat sekolah berada jumlah anak-anak mengalami kekurangan secara drastis menyusul keberhasilan program KB yang digalakan pemerintah.

"Saat sekarang banyak keluarga baru hanya memiliki anak sebanyak dua orang bahkan ada yang satu orang saja. Kondisi demikian berpengaruh langsung ke sekolah karena sekolah dipastikan kekurangan murid sehingga dengan demikian sekolah terancam ditutup,"kata Petrus.

Menyikapi kondisi yang ada ujar Petrus, pihak sekolah mengambil kebijakan untuk tidak lagi memberikan ijin untuk mendirikan sekolah baru baik SD maupun SMP bahkan SMA sehingga dengan demikian keberadaan sekolah tidak menjadi mubasir.

Pemberian ijin pembukaan sekolah baru hanya akan diberikan apabila telah dilakukan kajian secara matang terutama dari sisi jumlah penduduk dan kondisi geografis juga sekolah peyangga namun apabila berbagai syarat yang ada tidak dipenuhi maka pihak dinas tidak akan mengeluarkan ijin pendirian sekolah baru.(*)

Penulis: Romoaldus Pius
Editor: marsel_ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help