Petani NTT Diimbau Waspadai Hujan Tipuan

Jangan sampai masyarakat menganggap bahwa saat ini sudah masuk musim penghujan dan bisa mulai menanam.

Petani NTT Diimbau Waspadai Hujan Tipuan
istimewa
Kepala Stasiun Klimatologi Kupang, Apolinaris Geru

Laporan Reporter Pos Kupang.com, Maria A.E Toda

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kepala Stasiun Klimatologi Kupang, Apolinaris Geru, SP, M.Si menegaskan wilayah NTT belum memasuki musim penghujan.

Hujan yang mengguyur Kota Kupang dan sejumlah wilayah lainnya di NTT akhir-akhir ini dipicu pembelokan angin sehingga terjadi perlambatan pergerakan angin yang memungkinkan terjadinya pertumbuhan awan yang menyebabkan terjadinya hujan.

"Selain itu dikarenakan suhu muka laut di perairan sekitar NTT yang hangat. Sehingga lebih banyak mensuplai uap air ke atmosfer untuk selanjutnya terbentuk awan dan hujan," jelas Apolonaris sebagaimana dikutip dari grup WhatsApp BMKG, Sabtu (21/10/2017).

Baca: Pasca Diguyur Hujan 1,5 Jam, Sampah Berserakan di Kota Kupang

Apolinaris mengimbau masyarakat petani mewaspadai hujan tipuan (false rain).

False rain adalah hujan yang terjadi di awal masuknya musim penghujan tapi secara klimatologis masih belum masuk musim hujan.

"Jangan sampai masyarakat menganggap bahwa saat ini sudah masuk musim penghujan dan bisa mulai menanam. Secara klimatologi saat ini belum masuk musim penghujan dan masih dalam masa transisi," ujar Apolinaris.

Baca: Kepala Stasiun Klimatologi Ungkap Penyebab Terjadinya Hujan di Kota Kupang

Dia mengimbau masyarakat petani lahan tadah hujan/tegalan/ lahan kering di pulau Timor agar tidak langsung mengambil sikap untuk menanam karena akan berisiko gagal tanam akibat dry spell pada beberapa minggu mendatang.

"Jangan dulu tanam karena saat ini belum masuk musim penghujan," imbaunya.(*)

Penulis: Maria Enotoda
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved