Home »

Video

VIDEO

VIDEO: Reaksi Pelajar SMAK Lentera Harapan Saat Didatangi MPM dan Pos Kupang

Kepala Sekolah dan pelajar SMAK Lentera Harapan Kupang banggs adna senang dikunjungi MPM dan Harian Pagi Pos Kupang, Selasa (9/5/2017).

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kepala Sekolah dan pelajar SMAK Lentera Harapan Kupang banggs adna senang dikunjungi MPM dan Harian Pagi Pos Kupang, Selasa (9/5/2017).

Kunjungan itu dalam rangka mensosialisasikan tentang safety riding dan tentang kekuatan media Pos Kupang. Dalam materi safety riding, Safety Riding Instructor MPM Distribution, Arditya Elva mengatakan, keselamatan berkendara itu bukan hanya untuk atau tentang kita tapi juga untuk cinta, untuk keluarga di rumah.

Arditya mengatakan hal itu kepada ratusan pelajar SMA Lentera Harapan Kupang dalam kegiatan Safety Riding Academy di sekolah itu, Selasa (9/5/2017) sore.  Acara dihadiri oleh Kepala Sekolah SMA Lentera Harapan Kupang, Wendu dan wakil kepala sekolah Erina A Willa, S.Pd serta Perwakilan Harian Pagi Pos Kupang, Marina Lumele.

Menurut Arditya, dengan berkendara yang safety riding maka keselamatan diri, orang lain dan lingkungan akan tercipta dan kecelakaan akan bisa dihindari. Arditya juga berpesan agar pelajar jangan membawa kendaraan jika belum cukup umur dan belum memiliki SIM.  Pengendara juga jangan terlalu narsis dan selfie berlebihan saat berkendara di jalan raya. Karena hal itu bisa membahayakan diri sendiri dan pengendara serta pengguna jalan raya lainnya.

Arditya menjelaskan, tiga faktor penyebab utama kecelakaan adalah  faktor manusia, kendaraan dan lingkungan. "Faktor Manusia adalah faktor utama terjadinya kecelakaan. Hal ini dipengaruhi oleh pengetahuan berkendara, teknik berkendara, kesehatan, emosi dan etika si pengendara," kata Arditya.

Maka dari itu pengedara harus mengetahui teknik berkendara dengan baik, menjaga kesehatan, emosi, etika. "Kalau ngantuk, jangan berkendara. Kalau emosi, sedang senang atau marah, jangan berkendara. Kita juga harus tenggang rasa saat berkendara dan beretika serta menghormati pengedara lain," pesan Arditya.

Kendaraan juga jangan terlalu dimodifikasi secara berlebihan sehingga mengurangi fungsinya. Sedangkan faktor lingkungan seperti kerusakan jalan dan pemasangan spanduk dan baliho yang tidak sesuai aturan juga bisa menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas.  Arditya juga memberkan sejumlah tips berkendara yang baik dan benar.

Kepala sekolah, Meldy Kese, S.Pd berterimaksih atas kedatangan tim MPM dan Harian Pagi Pos Kupang ke sekolah itu. "Kami merasa bangga karena kunjungan ini bisa memotivasi anak-anak untuk menulis. Selain itu anak-anak juga bisa tahu dan paham bagaimana cara berkendara dengan safety riding," kata Meldy.

Menurut Meldi, angka kecelakaan yang tinggi di Kota Kupang ini korbannya didominiasi  pelajar. Karenanya pihaknya melarang siwa/i untuk tidak membawa sepeda motor ke sekolah.

"Kami sudah berulangkali menyampaikan kepada siswa agar tidak membawa sepeda motor ke sekolah, orangtua juga sudha kami sampaikan agar tidak mengijinkan anaknya membawa motor. Tapi sepertinya satu dua anak masih membawa sepeda motor ke sekolah dengan memarkirnya di luar sekolah. Kalau mereka bawa dan parkir di dalam lingkungan sekolah padahal mereka belum cukup umur dan tidak punya sim, maka sekolah akan menyitanya," kata Meldy. (vel)

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help