PosKupang/

Embung Manleten di Belu Baru Dibangun Langsung Jebol

Nael Berek mengaku tak mengetahui persis kapan embung itu jebol. Dia memperkirakan jebolnya embung itu sekitar dua minggu lalu.

Embung Manleten di Belu Baru Dibangun Langsung Jebol
POS KUPANG/EDY BAU
Inilah embung di Kabaslaran, Dusun Lamasi A, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur yang sudha jebol. Gambar diambil, Sabtu (18/3/2017). 

POS KUPANG.COM, ATAMBUA- Alex Taek, petani sawah sekaligus pemilik lahan yang dipakai bangun embung di Kabas Laran, Dusun Lamasi A, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur (Tastim), Kabupaten Belu, mengaku kecewa.

Alex kecewa lantaran embung yang baru dibangun di atas lahannya ternyata sudah jebol. Padahal, embung itu baru selesai dikerjakan tiga bulan lalu.

Alex ditemui Pos Kupang di lokasi embung, Sabtu (18/3/2017), mengungkapkan dirinya kecewa setelah mengetahui embung yang baru dibangun sudah jebol. Sebagian lahan milik yang diserahkan bersama petani lainnya dianggap sia-sia karena mereka belum sempat menikmati air embung tapi kondisi embung sudah rusak dan jebol.

"Ya kami kecewa. Masa baru selesai kerja dua bulan sudah rusak. Percuma kami kasih lahan. Itu ada embung yang dibangun dengan dana desa tahun 2015 sampai sekarang masih bangus. Tapi ini baru dua bulan dibangun sudah rusak," ujarnya.

Dia menduga, jebolnya embung itu karena pemadatan tanah pada sisi embung tidak dilakukan secara baik. Hal ini menyebabkan seluruh alir yang masuk ke dalam embung, langsung mengalir ke dalam kali.

"Kita tidak tahu persis mengapa sisi embung bisa jebol. Tapi kelihatannya tanah di bagian bawah kurang padat sehingga ketika air tergenang agak tinggi langsung jebol," katanya.

Meski dirinya merupakan salah satu petani yang menyerahkan lahan untuk pembangunan embung, namun ia tak mengetahui nama kontraktor pelaksana yang mengerjakan embung itu.
Alex menduga proyek embung berasal dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Belu.

"Waktu mereka kerja tak ada papan proyek. Saya tak tahu siapa kontraktor pelaksana yang mengerjakan embung. Saya salah satu warga yang menyerahkan lahan untuk dibangun embung. Tapi air embung tak bisa digunakan karena tidak ada yang tertampung dan air mengalir keluar are aembung ke dalam kali/sungai," katanya.

Petani lainnya, Nael Berek mengaku tak mengetahui persis kapan embung itu jebol. Dia memperkirakan jebolnya embung itu sekitar dua minggu lalu.

"Sekitar minggu lalu saya datang lihat embungnya sudah jebol," ujarnya.

Sebagai petani, Nuel menyesalkan mengapa embung yang baru selesai dibangun sudah jebol sebelum digunakan. "Ini anggaran buang percuma karena belum dipakai petani sudah rusak," ujarnya.

Kepala Desa Manleten, Kristian J. Roni Seran dikonfirmasi Pos Kupang, Minggu (19/3/2017) mengaku sudah mendapat laporan stafnya perihal jebolnya embung itut.

Meski demikian, dia tak mengetahui persis dinas mana pemilik program membangun embung itu. "Sudah ada laporan pamong tani ada embung jebol. Embung untuk mengairi persawahan. Tapi belum apa-apa sudah rusak lagi," ujarnya.

Dia janji segera cek dinas atau instansi pemilik program untuk melaporkan adanya kerusakan agar segera diperbaiki. (roy)

Editor: Ferry_Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help