Terima AmplopSiswa SMPNegeri 1 Waingapu Kenakan Pakaian Adat

Siswi menggunakan kain lau dan pahikung. Ada juga yang menggunakan sarung Sabu dengan atasan kebaya

Terima AmplopSiswa SMPNegeri 1 Waingapu Kenakan Pakaian Adat
alfons nedabang
Nawasty Danga Hinda

POS KUPANG.COM, WAINGAPU--Perayaan kelulusan siswa/i Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Sumba Timur, Rabu (9/6/2015), tanpa diwarnai aksi corat-coret seragam sekolah. Suasana berbeda dari tahun sebelumnya ini dikarenakan siswa/i diwajibkan berpakaian adat saat datang ke sekolah mendengar pengumuman kelulusan.

Seperti yang terpantau di SMP Negeri 1 Waingapu, Rabu pagi. Siswi menggunakan kain lau dan pahikung. Ada juga yang menggunakan sarung Sabu dengan atasan kebaya.

Sementara siswa sebagai penutup badan digunakan dua lembar hinggi yaitu hinggi kombu dan hinggi kaworu. Hinggi kombu dipakai pada pinggul dan diperkuat letaknya dengan sebuah ikat pinggang kulit yang lebar. Hinggi kaworu atau kadang-kadang juga hinggi raukadama digunakan sebagai pelengkap. Di kepala dililitkan tiara patang, penutup kepala dengan lilitan dan ikatan tertentu yang menampilkan jambul. Tidak saja siswa/i, guru-guru juga mengenakan pakaian adat.Demikian pula sejumlah orang tua.

Kepala SMP Negeri 1 Waingapu, Nawasty Danga Hinda, S.Pd menjelaskan, sekolah mewajibkan siswa/i memakai pakaian adat. Upaya ini untuk menumbuhkan rasa cinta anak terhadap budayanya.

Alasan lainnya, lanjut Nawasty, salah satu kriteria kelulusan adalah anak memiliki karakter yang baik. Dengan menggunakan pakaian adat, mencerminkan karakter baik anak-anak. Selain itu, untuk menghindari aksi corat coret seragam sekolah.

"Upaya ini juga dengan tujuan menghindari aksi corat coret sekolah. Dengan busana adat mereka tidak bisa semprot-semprotan segala macam. Pakaian seragam masih bisa digunakan oleh adiknya. Atau disumbangkan kepada orang yang membutuhkan," ujar Nawasty.

Dikatakannya, penggunaan pakaian adat oleh siswa/i akan terus diterapkan. "Tahun ajaran baru kita mulai terapkan. Saat MOS (masa orientasi sekolah) bagi siswa/i baru juga akan kita terapkan. Pada perayaan hari-hari besar juga. Jadi, bukan dikenakan saat pengumuman kelulusan saja," imbuhnya.

Lebih lanjut Nawasty menjelaskan bahwa siswa/i SMP Negeri 1 Waingapu lulus 100 persen. "Dari 287 siswa, semuanya lulus. Secara kabupaten, kami berada pada peringkat 3 dari 10 besar," katanya.

Nawasty mengungkapkan, siswa/i SMP Negeri 1 Waingapu juga memperoleh nilai tertinggi. Untuk mata pelajaran Bahasa Inggris ada siswa dapat nilai 96, Matematika ada dapat nilai 80 dan IPA peroleh nilai 87,5. "Dibanding tahun lalu, tahun ini kami lebih meningkat," katanya.

Semua SMP di Sumba Timur dengan tingkat kelulusan 100 persen. Berbeda dengan pengumuman kelulusan siswa/i SMA, siswa/i SMP tidak melakukan aksi corat coret seragam serta konvoi kendaraan bermotor. (aca)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help