Intervensi Mutasi dan Proyek
Keluarga Saya Bukan Gubernur
Satu pertanyaan, kalau saya jadi gubernur, apakah keluarga tidak boleh hidup?
POS-KUPANG.COM, KUPANG -- Menanggapi rumor bahwa sering ada intervensi dari keluarganya dalam hal mutasi pejabat dan penentuan rekanan yang mengerjakan proyek di lingkup Pemerintah Propinsi NTT, Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya, tampaknya tidak kaget dan sudah mendengarnya sejak lama.
Frans Lebu Raya menyatakan bahwa hal itu tidak mungkin terjadi karena selama ini yang membuat keputusan dalam segala hal adalah dirinya. "Itu bukan baru, sudah lama. Tidak ada (intervensi keluarga). Saya gubernur, dan saya yang memutuskan segala sesuatu," tegas Frans ketika ditemui Pos Kupang usai mengikuti rapat Paripurna DPRD NTT, Jumat (19/7/2013) pagi.
Frans menjelaskan, untuk mutasi pejabat, dirinya boleh mendengar informasi dari siapapun, tetapi keputusan tetap berada di tangannya. "Pertama soal mutasi, saya boleh mendengar pendapat dari manapun, dari wartawan, dari penjual ikan, tapi keputusan tetap di tangan saya sebagai gubernur. Tetapi, kalau pertimbangan-pertimbangan kan boleh saja. Tapi yang menentukan adalah gubernur," tandas Frans.
Ditanya soal intervensi keluarga untuk mendapatkan proyek tertentu, Lebu Raya mengaku tidak mengerti mengapa berhembus isu itu karena dirinya sudah memangil semua keluarga dan menanyakannya, namun tidak ada satupun keluarga yang berlaku seperti itu.
"Saya tidak mengerti juga. Saya sampai panggil seluruh keluarga. Mereka bilang tidak, coba cek dan datang ke kepala dinas-kepala dinas dan tanya berapa proyek yang dikasih ke gubernur atau keluarganya. Tanya mereka apakah ada? Itu saja yang lebih fair daripada urusannya gosip dan rumor. Satu pertanyaan, kalau saya jadi gubernur, apakah keluarga tidak boleh hidup?" kata Frans sambil tertawa. (roy)