PosKupang/

Ini Dia, 39 Nama yang Jadi Orderan Santet

Brigpol SP, oknum anggota Satlatas Polda NTT diduga menyerahkan 39 nama orang yang menjadi target 'santet' kepada 'orang pintar' di Semau.

Ini Dia, 39 Nama yang Jadi Orderan Santet
PK/VEL
Ansi Damaris Rihi Dara, SH, Direktris LBH Apik NTT
POS-KUPANG.COM, KUPANG, PK -- Brigpol SP, oknum anggota Satlatas Polda NTT diduga menyerahkan 39 nama orang-orang yang menjadi target 'santet' kepada 'orang pintar' di Semau.

Sebanyak 39 nama itu terdiri dari 26 polisi di Polda NTT dan 13 warga sipil. Tujuannya agar kasus ingkar janji yang dilakukan pelaku terhadap NRPD tidak diproses hukum.

Barang bukti kertas bertuliskan nama-nama target yang diduga akan 'disantet' dan bukti rekaman pembicaraan Brigpol SP dengan F ('orang pintar') itu sudah berada di tangan di LBH Apik NTT, Rabu (13/2/2012)e.

Bukti itu akan diteruskan LBH Apik ke Polda NTT untuk menjadi bukti tambahan kasus ingkar janji Brigpol SP.

Barang bukti itu sudah pernah dilaporkan kepada Paminal kemudian dicek langsung kepada pelaku. Dan semula SP tidak mengaku merencanakan santet itu, namun setelah ditunjukkan bukti kertas dengan tulisan tangan SP, akhirnya SP mengakuinya.

"SP sudah mengaku dihadapan Paminal, bahwa dia berencana untuk mengguna-gunai kami dan kertas bertuliskan nama-nama kami itu adalah tulisan tangannya dan dia berikan kepada orang pintar itu. SP sempak dipukul oleh Paminalnya saat itu," kata NRPD, korban ingkar janji, kepada Pos Kupang.

Direktris LBH Apik NTT, Ansi D Rihi Dara, SH didampingi pengacara Ester Dhay, SH mengatakan, barang bukti itu diperoleh dari seseorang yang bisa dipercaya. Dan bukti-bukti itu akan diteruskan ke Polda.

"Kami akan serahkan bukti ini ke Polda,  untuk menyikapi pernyataan Kasubbid Provost, Kompol Cecep Ibrahim bahwa bukti dugaan santet itu bisa menjadi  bukti tambahan untuk kasus ingkar janji oleh Brigpol SP terhadap NRPD," kata Ansi.

Ansi berharap dalam waktu dekat, pihak Polda bisa memfasilitasi test DNA untuk anak dari NRPD untuk bisa membuktikan anak yang dilahirkan NRPD apakah anak dari Brigpol SP atau bukan.

Sebagaimana disaksikan Pos Kupang,  39 nama itu ditulis rapi diatas dua lembar kertas, dan dibagi menjadi empat bagian besar sesuai klasifikasi.

Klasifikasi pertama adalah keluarga.
Yakni NRPD (korban), kemudian Alexander, Rafael, Wihelminche, Deni, Ratu, Lobo, Inai, Untung PP, Ona PP, Jhon R, Marthen Y dan Jenni.

Klasifikasi kedua, Polda.
Yakni Kapolda NTT, Ricky HP Sitoang (sitohang, red), Wakapolda, Irwasda, Kasubdit Propam, Kasubit Paminal, Dir Serse Sam.

Klasifikasi ketiga, Lantas.
Yakni Teguh Santoso, Erdy Swahariyadi, Tonny B Marpaung, Jimi Gaelomi, Darius Kore, Imanul Zakarias, Kuswoto, Sukanda, Mexi Alle, Melki Bagaelain, Ronald Yohanes.

Klasifikasi keempat,
Provost. Yakni Cecep, Yusli Tenis, Rudolf Makaruru, Soni Bunga, Rocki Mure, Indra Mooi, Agustinus, Marten dan Pius Reke.

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help