Kamis, 11 Juni 2026

TTU Sentra Pembibitan Jagung

Hasilnya lumayan, mencapai empat ton sampai enam ton jagung per hektar.

Tayang:
Editor: Sipri Seko
UNTUK mengatasi kekurangan benih jagung yang sering dialami petani lahan kering di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada setiap musim tanam, pemerintah kabupaten setempat sejak tahun 2011 lalu membuka lahan percontohan tanaman benih  jagung unggul.

Pada lahan percontohan atau demplot benih jagung unggul seluas 70 hektar yang tersebar di 70 desa  ditanam jagung jenis komposit dan hybrida. Hasilnya lumayan, mencapai empat ton sampai enam ton jagung per hektar. Benih jagung yang dikembangkan pada lahan tersebut disumbangkan Kementerian Pertanian Tanaman Pangan.

Hasil pembenihan jagung unggul tersebut tentu diharapkan bisa memenuhi kebutuhan benih jagung bagi para petani lahan kering di TTU pada masa-masa mendatang. Dengan  demikian, petani tidak lagi mengeluh kekurangan atau ketiadaan benih jagung pada setiap kali musim tanam tiba. Tidak sekadar menjadi lahan percontohan, tetapi ke depannya TTU harus didorong  menjadi daerah sentra pembibitan jagung unggul untuk  memenuhi permintaan atau kebutuhan bibit para petani di daerah-daerah di NTT.

Jika harapan ini terwujud, kita yakin para petani jagung di NTT tidak akan kesulitan mendapatkan benih jagung pada musim tanam tahun-tahun mendatang. Sebab, pengalaman selama ini banyak petani lahan kering di sejumlah daerah  saat musim tanam tiba selalu mengeluh kekurangan, bahkan ketiadaan bibit jagung. Keluhan ini selain memang tidak ada benih jagung, juga karena benih jagung yang disimpan petani sudah dikonsumsi akibat kekurangan bahan pangan yang dialami  petani itu sendiri.

Kabupaten TTU perlu didorong menjadi sentra pembibitan jagung, juga bertujuan untuk mendukung program pengembangan jagung yang dicanangkan Pemerintah Propinsi NTT sejak awal kepemimpinan Drs. Frans Lebu Raya, dan Ir. Esthon L Foenay, M.Si, beberapa tahun lalu.   Melalui program itu diharapkan bisa mendukung ketahanan pangan masyarakat NTT ke depan.

Kalaupun sampai saat ini belum diketahui realisasi produksi jagung secara keseluruhan di NTT dari program jagung tersebut, bukan berarti program itu tidak jalan. Mungkin pemerintah daerah belum mengevaluasi seberapa besar dampak ekonomi program itu terhadap persediaan bahan pangan bagi rakyat di daerah ini.*

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved