Masa Keemasan Tenun Ikat
Selain indah, tenunan tak sekadar jejeran motif. Di sana ada nilai sejarah, budaya, antropologi, adat istiadat, sosial dan ekonomi.
Ada juga daya magisnya ketika memperhatikan berbagai tenunan dari semua etnis di NTT. Ada pula tenunan yang bercerita, bernarasi. Pada motifnya sang penenun atau etnis itu menceritakan sesuatu kisah bernilai sejarah. Betapa karya kita ini mampu memikat hati orang lain sehingga harus datang jauh-jauh dari luar NTT, bahkan mancanegara untuk membelinya? Mereka memburunya sampai ke kampung-kampung. Kadang karena desakan kebutuhan, masyarakat adat "melepaskanya." Tenunan dengan nilai sejarah tinggi itu akhirnya berpindah tangan kepada orang lain. Tetapi, ada pula masyarakat yang memahami benar tentang khazanah ini. Mereka tak mau melepasnya biar tawarannya menggiurkan.
Mereka menyadari bahwa hanya dengan benda-benda itu dapat menceritakan kondisi sosial budaya dan antropologinya. Apalagi, budaya kita masih sangat kuat pada tataran lisan. Budaya tulisan masih jauh dari panggang api.
Namun sebut saja Novanto Center dan disainer papan atas negeri ini, Oscar Lawalata, yang mampu "berkolaborasi" untuk melestarikannya. Mereka juga melakukan pendampingan kepada masyarakat NTT untuk menghasilkan karya tenunan yang pro pasar, sesuai selera pasar. Tenunan yang tak hanya bagus dipandang tetapi enak dipakai. Bukan sebaliknya menyengsarakan.
Novanto Center dan Oscar Lawalata menyadari benar tren pasar. Tenunan yang warnanya masih asli dimodifikasi agar menjadi lebih menarik tetapi tetap mempertahankan keaslian tenunan. Artinya bahwa tenunan itu tak hanya menjadi kebanggaan saja, tetapi berdampak ekonomi. Tak hanya cerita pelipur lara saja tetapi "cerita" tentang tenun ikat yang dapat menghasilkan uang.
Selain itu, betapa menjadi suatu kebanggaan ketika Novanto Center dan Oscar Lawalata dalam waktu dekat menerbitkan sebuah buku yang bernarasi tentang tenun ikat daerah ini. Oscar yang mengaku sudah tujuh tahun pulang pergi NTT ini akan menjelaskan secara risnci tentang kuatnya tenun ikat NTT ini.
Semuanya akan dikupas tuntas dalam buku ini. Tentunya melalui sebuah tim yang kuat, solid dan terpercaya menarasikan buku ini sesuai dengan tutur adat dan sejarah setempat. Oscar memang menyadari hal itu. Jangan sampai menimbulkan polemik dan membuat keresahan. Kondisi ini sudah ia pikirkan jauh-jauh.
Kalau saja Novanto Center dan Oscar Lawata meminati tenun ikat kita di NTT, mengapa kita sendiri masih terkesan dingin? Tidak berarti pemerintah di semua tingkatan tak melakukan apa-apa. Ada bahkan sudah begitu banyak langkah yang dilakukan pemerintah untuk melestarikan.
Tapi, sejauh yang kita amati dari waktu ke waktu, apa yang dikatakan terobosan itu hanyalah hal-hal standar. Atau memberi perhatian tetapi tidak tuntas. Padahal potensi tenun ikat sangat berdampak ekonomis. Punya prospek ke depan. Tapi terkadang kita tak sadari. Atau menyadari tapi bagaimana memulainya. Kadang pikiran itu ada, tapi tak bisa dikomunikasikan kepada mereka yang memahaminya.
Dengan alasan apa pun kita juga memberi hormat kepada sejumlah "kartini" daerah ini yang sudah melangkah jauh. Atau peran Dekranasda yang sudah mendorong kaum ibu untuk melestarikannya.
Semangat inilah yang hendak kita tularkan kepada semua pihak. Suluh yang sudah dinyalakan oleh Novanto Center, Oscar Lawalata dan Dekranasda ini dapat menjadi semangat bagi semua pihak untuk daerah ini. Kalangan swasta lain atau siapa yang peduli dan sedikit berkorban bisa menjadi terang bagi sesama di NTT.
Boleh kita katakan bahwa tenun ikat NTT kini tengah mencapai masa keemasan. Di Jakarta dan kota-kota besar lain di tanah air, tenunan ini mulai merakyat. Mereka gandrung mengenakannya. Boleh jadi kita melihatnya sebagai hal yang biasa-biasa saja. Sebenarnya di sanalah nyali kita ditantang. Jangan sampai, suatu ketika pihak lain merampas harga diri kita ini. Lihatlah di toko-toko dan pusat perbelanjaan. Motif-motif daerah ini sudah dijiplak dalam bentuk tekstil dengan harga yang relatif murah. Suatu ancaman luar biasa ketika kita terus masa bodoh dan kurang memperhatikan produk kita. *