Bocah Tiga Tahun Dibunuh
KEFAMENANU, PK -- Bertha Kefi (3), bocah perempuan yang beralamat di RT 02 RW I, Desa Sainoni, Kecamatan Bikomi Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), ditemukan tewas dalam sebuah waduk di ujung desa tersebut, Rabu (23/12/2009) siang. Dari tubuh korban terdapat luka di alat vital dan lehernya. Diduga korban diperkosa, dibunuh lalu dibuang dalam waduk.
Korban telah dimakamkan, Jumat (25/12/2009) siang. Kapolsek Nunpene, Ipda Semuel Simanjuntak, yang ditemui para wartawan di Mapolsek Nunpene, Jumat siang, menolak memberikan konfirmasi kepada wartawan. "Silahkan hubungi komandan saya saja di Polres," kata Semuel. Meski demikian, Semuel membenarkan kalau ada kasus temuan mayat bocah perempuan di sebuah waduk di Desa Sainoni.
Kapolres TTU, AKBP Adi Wibowo, belum berhasil ditemui karena sedang tugas ke Wini. Kabag Ops Iptu Jun Jun, yang dihubungi terpisah membenarkan temuan mayat bocah perempuan di sebuah waduk di Desa Sainoni. "Sekarang petugas sedang melakukan olah TKP dan mengumpulkan data dan keterangan dari saksi yang mengetahui persis peristiwa tersebut," jelas Jun Jun.
Informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan, mayat bocah perempuan itu ditemukan oleh ayah kandungnya sendiri, Kaytanus Kefi, yang mencari ke mana-mana setelah anaknya menghilang dari rumah selama empat jam. Kaytanus Kefi dan istrinya, Ny. Yuliharyanti, belum bisa diwawancarai wartawan karena sedang shock.
Kakek korban, Siprianus Nesi, langsung jatuh pingsan lalu meninggal dunia karena shock berat ketika mengetahui cucunya ditemukan sudah tewas.
Judit Medi, perawat yang bertugas di Pustu Sainoni, yang melakukan visum mengatakan, pada liang kemaluan korban ada luka baru yang sangat besar dan mengeluarkan darah. "Di lehernya juga ada luka. Saya menduga anak itu diperkosa lalu dibunuh," duga Medi.
Penjelasan serupa juga disampaikan Kades Sainoni, Kandidus Abi. "Sekitar 30 meter di bibir waduk, di dalam semak-semak, ditemukan bercak darah. Jadi tidak mungkin anak itu tewas tenggelam. Lagi pula di alat vital dan lehernya ada luka menganga," jelas Abi.
Ia mengaku sangat kesal kepada aparat Polsek Nunpene dan Polres TTU yang tidak memberikan respons serius terhadap kematian sadis yang dialami bocah perempuan malang itu. (ade)