TAG
Puisi Minggu Pos Kupang
-
Puisi-Puisi Defri Ngo/Kita Tentu Harus Mengenang/Sejarah adalah sepasang lampu gas yang selalu jujur menutur.
Senin, 26 Agustus 2019
-
Puisi Minggu Ini, Puisi-puisi Agust Gunadin:Siapa Tahu Kita Seperti Ini, Menanti senja pada penghujung matahari siang.
Senin, 15 April 2019
-
Puisi-Puisi Patrisius Epin Du, Telepon Ayah: Malam ini agak sedikit letih, Setelah sepanjang hari berlari di imajinasi.
Selasa, 12 Maret 2019
-
Puisi-Puisi Bruno Rey Pantola : Kukunyah sebatang doa, Sebelum tertelan di dalam dada. Aku didatangi para raja papah.
Senin, 4 Maret 2019
-
Puisi:Di persimpangan itu, ada lorong tua, Saat senja datang kau membawa puisimu, dan kita melafalkannya bersama.
Senin, 11 Februari 2019
-
Rintik-rintik air terlepas dari awan, Dinamai hujan, Sepasang merpati terbang melewatinya, Membiarkan
Selasa, 1 Januari 2019
-
Mereka menari seirama bonet, Orang-orang yang menyemburkan aneka pantun, Laki-laki memakai selimut tenun
Senin, 24 Desember 2018
-
Puisi Gerard N Bibang :(Empat Minggu Menanti), Minggu 1,
Lilin pertama menyala.Kali ini bukan untuk para arwah.
Senin, 17 Desember 2018
-
Puisi-Puisi Ki Deni : Penculas dalam Jejaring
Senja ditendang gaduhnya malam
Senin, 10 Desember 2018
-
Jantungku berirama tak menentu, omongan mereka manis memikat seperti madu, harapanku dibuat hancur berantakan.
Selasa, 4 Desember 2018
-
November adalah dedaunan yang pasrah, yang telah jatuh di sapu angin.Sebelum terjadi kemarin dan akan terjadi besok.
Senin, 19 November 2018
-
Puisi Mikhael Wora : Ia datang mengetuk pintu, Menggelitik di dinding matamu, Menggaruk-garuk lubuk hati.
Senin, 29 Oktober 2018
-
Aku adalah anak zaman, Ayahku seorang pembantai dan
Ibuku si muka tak berhati.
Selasa, 23 Oktober 2018
-
Dedaunan semakin rindu meniduri kolam-kolam, dan kau selalu saja asyik membaca sisa-sisa kenangan, Tinggalkan sepi di atas pedihmu.
Senin, 8 Oktober 2018
-
Terkadang kau menyesali jalan yang tak kau pilih, Mulai menyerah atas semua rencana yang kau buat.
Senin, 10 September 2018