Malaka Terkini
Kelangkaan BBM di Malaka Kian Parah, Warga Antre Sejak Dini Hari
Antrean kendaraan terlihat mengular panjang hingga ke badan jalan, menciptakan kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi pengisian BBM.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota
POS-KUPANG.COM, BETUN - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan pertamax yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, semakin menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Keterbatasan pasokan yang belum juga teratasi membuat warga harus berjuang mendapatkan bahan bakar, bahkan rela mengantre sejak dini hari demi memastikan kendaraan mereka tetap dapat digunakan untuk beraktivitas.
Fenomena antrean panjang kini menjadi pemandangan yang hampir setiap hari terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Malaka. Salah satunya di SPBU Labarai yang berada di Desa Kamanasa, Kecamatan Malaka Tengah.
Pantauan POS-KUPANG.COM pada Senin (15/6/2026) menunjukkan puluhan kendaraan roda dua maupun roda empat telah memadati area SPBU sejak pagi buta.
Antrean kendaraan terlihat mengular panjang hingga ke badan jalan, menciptakan kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi pengisian BBM.
Para pengendara tampak sabar menunggu giliran untuk mengisi bahan bakar, meskipun tidak ada jaminan mereka akan mendapatkan BBM sesuai kebutuhan. Dalam kondisi pasokan yang terbatas, sebagian warga mengaku hanya berharap bisa memperoleh beberapa liter bahan bakar agar tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari.
Situasi tersebut menggambarkan betapa sulitnya masyarakat memperoleh BBM dalam beberapa waktu terakhir. Ketersediaan pertalite yang menjadi pilihan utama masyarakat semakin terbatas, sementara permintaan terus meningkat dari hari ke hari.
Baca juga: Satreskrim Polres Malaka Tertibkan Antrean BBM, Cegah Penyalahgunaan Distribusi
Tidak sedikit warga yang harus mengorbankan waktu istirahat mereka demi mendapatkan BBM. Sebagian bahkan memilih datang sejak tengah malam dan memarkir memang kendaraannya di area sekitar SPBU agar memperoleh posisi antrean lebih awal ketika pelayanan dimulai.
"Sekarang kalau mau dapat BBM harus datang sebelum subuh. Kalau terlambat sedikit, biasanya stok sudah habis," ungkap Adrianus, salah seorang warga yang ditemui saat mengantre di SPBU Labarai.
Menurut Adrianus, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan mulai mengganggu aktivitas masyarakat. Warga yang bergantung pada kendaraan untuk bekerja, mengangkut hasil pertanian, berdagang, maupun menjalankan usaha kecil menjadi kelompok yang paling merasakan dampaknya.
Kelangkaan BBM yang terus terjadi juga memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Banyak warga mempertanyakan penyebab pasti dari terbatasnya pasokan BBM serta kapan kondisi tersebut akan kembali normal.
Hingga kini, masyarakat masih menunggu kepastian mengenai langkah-langkah yang akan diambil oleh pihak terkait untuk mengatasi persoalan tersebut. Pasalnya, semakin lama kelangkaan berlangsung, semakin besar pula dampaknya terhadap aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Ketika pertalite semakin sulit diperoleh, sebagian warga mencoba mencari alternatif dengan membeli pertamax. Namun pilihan tersebut juga tidak sepenuhnya memberikan solusi.
Selain stok yang juga terbatas di beberapa lokasi, harga pertamax di tingkat pengecer kini mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Di sejumlah wilayah, pertamax dilaporkan dijual hingga Rp20.000 per botol, jauh di atas harga yang biasa dibayar masyarakat.
Kenaikan harga tersebut semakin menambah beban pengeluaran warga. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, masyarakat kini harus mengalokasikan biaya lebih besar hanya untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar. (ito)
Ikuti berita POS-KUPANG.COM lain di GOOGLE NEWS
| Satreskrim Polres Malaka Tertibkan Antrean BBM, Cegah Penyalahgunaan Distribusi |
|
|---|
| RAC 2026 Digelar di Malaka, Peradi Atambua Perkuat Solidaritas |
|
|---|
| PKBM Lurumutin dan Relima Malaka Bergerak Tekan Angka Putus Sekolah di Desa Naas |
|
|---|
| Tak Ingin Menganggur, Bibi Ning Tetap Bertahan Meski Biaya Usaha di Malaka Terus Meningkat |
|
|---|
| Ketua Komisi II DPRD Malaka Desak Pengawasan Ketat Distribusi BBM Subsidi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/Para-pengendara-saat-mengantre-BBM-di-SPBU-Labarai-Malaka-Tengah.jpg)