Human Interest Story
Feature: Menyalakan Budaya Baca Memperkuat Literasi, Anak Muda Malaka Ngopi Sambil Diskusi
Sekelompok anak muda di Malaka membentuk sebuah komunitas Literasi Kopi Malaka untuk bisa meningkatkan minat baca dan literasi anak muda
Ringkasan Berita:
- DI TENGAH derasnya arus informasi digital dan semakin berkurangnya minat baca di kalangan generasi muda, sekelompok anak muda di Malaka memilih mengambil langkah berbeda.
- Mereka membentuk sebuah komunitas literasi yang menjadi wadah bertukar ide, gagasan, serta pemikiran kritis demi kemajuan daerah.
- Komunitas tersebut diberi nama Literasi Kopi Malaka, yang mulai aktif menggelar berbagai kegiatan seperti membaca buku, berdiskusi, hingga mengkaji berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
POS-KUPANG.COM - "Literasi adalah simbol ilmu pengetahuan, keterbukaan wawasan, dan kedalaman berpikir. Karena itu, Literasi Kopi Malaka bukan sekadar tempat nongkrong biasa, tetapi wadah pertukaran ide, ruang diskusi yang sehat, dan tempat lahirnya inspirasi baru.”
DI TENGAH derasnya arus informasi digital dan semakin berkurangnya minat baca di kalangan generasi muda, sekelompok anak muda di Kabupaten Malaka memilih mengambil langkah berbeda.
Mereka membentuk sebuah komunitas literasi yang menjadi wadah bertukar ide, gagasan, serta pemikiran kritis demi kemajuan daerah.
Komunitas tersebut diberi nama Literasi Kopi Malaka. Sebuah ruang yang dalam beberapa pekan terakhir mulai aktif menggelar berbagai kegiatan seperti membaca buku, berdiskusi, hingga mengkaji berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat.
Beragam isu yang dibahas tidak hanya berkaitan dengan persoalan daerah, tetapi juga isu-isu nasional yang memiliki dampak terhadap kehidupan masyarakat.
Fokus utama diskusi diarahkan pada berbagai kebijakan dan program pembangunan yang diharapkan mampu mendorong terwujudnya bonum commune atau kesejahteraan bersama.
Salah satu pengurus Literasi Kopi Malaka, yang juga merupakan Ketua Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Kabupaten Malaka, Pisto Bere, saat diwawancarai Pos Kupang, Rabu (10/6) menjelaskan, komunitas yang dibentuk tersebut bukan sekadar tempat berkumpul sambil menikmati kopi.
Melainkan sebuah ruang intelektual yang lahir dari semangat anak-anak muda Malaka untuk terus belajar dan berpikir kritis.
"Literasi Kopi Malaka adalah sebuah ruang penjelajahan rasa dan pikiran. Sebuah tempat bertemunya ide-ide besar kaum intelektual Malaka yang dipantik kehangatan secangkir kopi. Misi besarnya menghidupkan kembali budaya membaca, menulis, berdiskusi, serta menampung berbagai gagasan dan karya seni demi masa depan Malaka yang lebih cerah menuju Indonesia Emas 2045," ungkap Pisto.
Menurutnya, komunitas tersebut hadir sebagai ruang temu bagi para intelektual, pemikir, pegiat literasi, seniman, dan kreator muda di Kabupaten Malaka. Mereka meyakini bahwa perubahan besar selalu diawali dari percakapan-percakapan sederhana yang lahir dari ruang diskusi yang sehat.
Bagi komunitas itu, literasi bukan hanya soal kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga tentang membangun kedalaman berpikir, memperluas wawasan, serta menumbuhkan keberanian untuk menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab.
"Literasi adalah simbol ilmu pengetahuan, keterbukaan wawasan, dan kedalaman berpikir. Karena itu, Literasi Kopi Malaka bukan sekadar tempat nongkrong biasa, tetapi wadah pertukaran ide, ruang diskusi yang sehat, dan tempat lahirnya inspirasi baru," jelasnya.
Dalam perjalanannya, komunitas tersebut sempat mendapatkan dukungan berupa fasilitas tempat berkegiatan di lantai tiga Perpustakaan Daerah Kabupaten Malaka. Selama kurang lebih dua pekan, berbagai aktivitas literasi dijalankan di lokasi tersebut.
Salah satu agenda yang pernah dilaksanakan adalah diskusi publik mengenai program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menghadirkan berbagai kalangan untuk bertukar pandangan terkait implementasi program tersebut.
| Feature: Tradisi Pernikahan Suku Bajo di Nangahale Sikka, Tari Manca Marwah Bagi Pengantin |
|
|---|
| Feature: Jelang Festival Fulan Fehan 2026, Lima Suku Gelar Ritual Nokar Ul dan Bei Gege Asu |
|
|---|
| FEATURE: Kwarda Pramuka NTT Gelar Jambore Daerah, Ribuan Anggota Pramuka Kumpul di Kota Kupang |
|
|---|
| FEATURE: Tim Sahabat Kelor Undana, Ciptakan Mie Kelor untuk Bantu Atasi Stunting |
|
|---|
| Feature: Siswi SMPS Putri Kefamenanu Raih ICON Pesona Batik Nusantara 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/literasi-kopi-malaka-di-malaka.jpg)