Rabu, 3 Juni 2026

Malaka Terkini

Ratusan Siswa SMP Negeri 1 Malaka Tengah Secara Rutin Diusulkan Terima PIP

proses penetapan penerima sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui mekanisme seleksi yang telah ditentukan.

Tayang:
Editor: Eflin Rote
POS-KUPANG.COM/KRISTOFORUS BOTA
SMP NEGERI - Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Malaka Tengah, Fransiskus Orianus Teti saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/6/2026). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota

POS-KUPANG.COM, BETUN - SMP Negeri 1 Malaka Tengah terus berupaya memperluas akses bantuan pendidikan bagi peserta didiknya melalui berbagai program beasiswa dari pemerintah. Dua program yang selama ini menjadi sumber dukungan bagi siswa di sekolah tersebut adalah Program Indonesia Pintar (PIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Kepala SMP Negeri 1 Malaka Tengah, Fransiskus Orianus Teti, mengatakan pihak sekolah secara rutin mengusulkan seluruh siswa untuk masuk dalam daftar calon penerima bantuan PIP. Namun, proses penetapan penerima sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui mekanisme seleksi yang telah ditentukan.

Hal tersebut disampaikan Fransiskus saat ditemui POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya, Selasa (2/6/2026).

Menurutnya, pada tahun ajaran saat ini jumlah siswa SMP Negeri 1 Malaka Tengah dari kelas VII hingga kelas IX mencapai 385 orang. Seluruh siswa tersebut telah diusulkan sebagai calon penerima Program Indonesia Pintar.

"Untuk PIP, kami mengusulkan semua murid. Tahun ini jumlah siswa dari kelas VII sampai kelas IX sebanyak 385 orang dan semuanya kami masukkan dalam usulan. Namun, proses seleksi dilakukan oleh pemerintah pusat sehingga yang lolos biasanya hanya sekitar 20 sampai 30 orang," jelasnya.

Ia menegaskan sekolah tidak memiliki kewenangan menentukan siapa yang berhak menerima bantuan tersebut. Tugas sekolah hanya sebatas mengusulkan data siswa dan melengkapi dokumen yang dibutuhkan sesuai ketentuan program.

Setelah hasil seleksi ditetapkan, sekolah kemudian membantu siswa yang dinyatakan lolos untuk mengakses rekening virtual yang telah disediakan sebagai sarana pencairan dana bantuan.

Baca juga: SMP Negeri 1 Malaka Tengah Batasi Akses Medsos, Siswa Wajib Kumpulkan HP Saat Jam Pelajaran

"Kalau untuk PIP, sekolah hanya memberikan rekomendasi dan membantu mengurus rekening virtual. Setelah itu penerima langsung mengambil bantuan melalui bank yang telah ditunjuk," ujarnya.

Selain Program Indonesia Pintar, para siswa SMP Negeri 1 Malaka Tengah juga memperoleh manfaat dari Program Keluarga Harapan (PKH). Berbeda dengan PIP yang memerlukan proses usulan dan seleksi khusus, penerima beasiswa PKH umumnya mengikuti status kepesertaan keluarga dalam program bantuan sosial tersebut.

Fransiskus menjelaskan siswa yang berasal dari keluarga penerima manfaat PKH pada umumnya secara otomatis akan memperoleh bantuan pendidikan sesuai mekanisme yang berlaku.

"Untuk beasiswa PKH, biasanya mengikuti data orang tua yang sudah menjadi penerima program PKH. Jika orang tua terdaftar sebagai penerima manfaat, maka anaknya juga berpeluang menerima bantuan pendidikan melalui program tersebut," katanya.

Distribusi bantuan PKH sendiri tidak dilakukan oleh pihak sekolah, melainkan langsung melalui instansi yang berwenang, dalam hal ini Dinas Sosial bersama lembaga terkait lainnya.

Selama lima tahun terakhir, mekanisme penyaluran bantuan pendidikan di SMP Negeri 1 Malaka Tengah berlangsung dengan pola yang relatif sama. Setiap tahun terdapat puluhan siswa yang berhasil menerima bantuan PIP dari pemerintah.

Menurut Fransiskus, rata-rata jumlah penerima bantuan mencapai sekitar 50 siswa untuk setiap jenjang kelas. Dengan jumlah tersebut, program beasiswa dinilai cukup membantu meringankan beban biaya pendidikan yang harus ditanggung oleh orang tua siswa.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved