Selasa, 2 Juni 2026

Manggarai Barat Terkini

Bawahi 94 Sekolah Katolik, Yasukmabar Punya Roadmac Capaian Lima Tahun Kedepan

Sekolah Katolik harus menjadi ruang pembentukan generasi yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat

Tayang:
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/PETRUS CHRISANTUS GONSALES
Ketua Yasukmabar, RD. Yohanes Fakundo Selman, S.Fil.,M.pd 

Keberlanjutan. Menurut Romo Ivam, pelayanan pendidikan membutuhkan fondasi keuangan yang sehat, transparan, dan berkelanjutan. Karena itu, YASUKMABAR perlu mulai mengurangi ketergantungan pada sumber dana tunggal dengan mengembangkan strategi pembiayaan alternatif. 

"Diversifikasi pendanaan dapat dilakukan melalui kemitraan, dukungan alumni, CSR, donatur Gereja, dan pengembangan unit usaha produktif yayasan yang relevan dengan konteks lokal," terang Romo Ivan.

Pilar keenam yaitu Relevansi Vokasi dan Kemitraan Dunia Kerja.  Hal ini sebagai wilayah penyangga destinasi super prioritas Labuan Bajo, Manggarai Barat membutuhkan sumber daya manusia lokal yang siap bersaing di sektor pariwisata, UMKM, ekonomi kreatif, pertanian modern, dan layanan publik. 

Sekolah Katolik harus menjadi ruang pembentukan generasi yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat.

Karena itu, YASUKMABAR perlu memperkuat pendidikan vokasi dan kemitraan strategis dengan dunia usaha dan dunia industri.

Pada pilar terakhir, Misi Sosial, Inklusivitas, dan Solidaritas
Sebagai karya pelayanan Gereja. YASUKMABAR dipanggil menjadi wajah kasih yang berpihak pada kelompok rentan, miskin, dan terpinggirkan. 

Pendidikan Katolik tidak boleh eksklusif, tetapi harus menjadi sarana transformasi sosial yang inklusif dan membebaskan.

Karena itu, penguatan misi sosial diwujudkan melalui program beasiswa, pendidikan inklusif, sinergi pastoral sosial, dan intervensi terhadap hambatan sosial pendidikan seperti stunting dan kemiskinan keluarga.

Untuk saat ini, Yasukmabar belum memiliki rencana membuka sekolah baru. Fokus utama yayasan adalah melakukan konsolidasi dan penguatan tata kelola terhadap 94 sekolah yang telah ada. 

Romo Ivan menuturkan Yasukmabar berpandangan, tantangan utama saat ini bukanlah memperluas jumlah sekolah, melainkan memastikan seluruh sekolah yang sudah dipercayakan kepada yayasan dapat dikelola secara optimal dan berkembang dengan baik. 

Oleh karena itu, energi dan sumber daya yayasan akan diarahkan terlebih dahulu pada peningkatan mutu pendidikan, penguatan manajemen kelembagaan, pembenahan sarana-prasarana, kesejahteraan guru, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di sekolah-sekolah yang sudah ada. 

"Dengan fondasi yang kuat, Yasukmabar berharap seluruh sekolah dapat bertumbuh secara sehat dan memberikan pelayanan pendidikan yang semakin berkualitas kepada masyarakat," pungkas Romo Ivan. (moa) Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved