Selasa, 2 Juni 2026

Sumba Timur Terkini

Kekerasan Seksual di Sumba Timur Bukan Dipicu Rendahnya Pendidikan

Anggota Sabana Sumba, Rambu Ana Intan, menyampaikan keprihatinannya atas maraknya kasus kekerasan seksual yang dialami generasi muda di Sumba Timur.

Tayang:
Editor: Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/IRFAN BUDIMAN
DAMPINGI KORBAN -- Direktur Sabana Sumba, Rambu Dai Mami dan Rambu Ana Intan menumpang mobil patroli polisi di Polres Sumba Timur usai mendampingi korban kekerasan seksual memberikan keterangan kepada polisi. 

Rambu Ana Intan, yang juga bagian dari Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sumba Timur, mengaku khawatir dunia pendidikan tidak lagi menjadi ruang yang aman untuk belajar apabila peristiwa serupa terus terjadi.

“Ini yang membuat masyarakat adat yang ada di pelosok takut untuk bersekolah tinggi lagi,” ungkapnya.

Menurut dia, perilaku kekerasan tersebut tidak terlepas dari sikap yang tidak menghormati serta tidak mewarisi nilai-nilai adat dan budaya. Karena tidak beradat, mereka cenderung tidak beradab.

“Mereka lebih tepatnya tidak beradab, karena mereka tidak beradat,” ujar dia menganalisis.

Sebagai perempuan adat, ia berharap persoalan ini segera diselesaikan. Ia tidak ingin kasus serupa kembali terjadi di mana pun.

“Saya berharap semua pihak terlibat, bukan hanya pemerintah, aktivis dan polisi, tetapi juga masyarakat dan semua orang di Sumba. Ini sudah mendesak. Ini bukan satu permasalahan kecil. Jangan sampai ruang aman jadi tidak aman lagi,” jelasnya. (dim)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM Lainnya di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved