Kamis, 11 Juni 2026

Belu Terkini

Jejak Perjuangan Hermina Mau: Dari Sirkuit Atletik Menuju S3 UI

Jejak Perjuangan Hermina Mau: Dari Sirkuit Atletik Menuju jenjang pendidikan doktoral di Universitas Indonesia ( S3 UI ).

Tayang:
Penulis: Agustinus Tanggur | Editor: Adiana Ahmad
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR/Agustinus Tanggur
JEJAK PERJUANGAN HERMINA MAU - Djoese S. Martins Nai Buti bersama Hermina Mau, yang memiliki kisah dari arena sirkuit atletik menuju jenjang pendidikan doktoral (S3) di Universitas Indonesia. Jejak Perjuangan Hermina Mau: Dari Sirkuit Atletik Menuju S3 UI 

Balasan pertama yang diterima berbunyi, “Siap bp.... Semoga Hermina yg Bp Djose maksud adalah saya orangnya.”

Balasan berikutnya semakin menguatkan ingatan Djoese, “Iya Bp Djose. Sekitar thn 2003 saya ikut lomba sirkuit atletik turun di cabor lompat jauh mewakili Kab. Belu. Pendamping saya wkt itu Pak Kaitano, Pak Ande Asafa dll.”

Namun, balasan yang paling menyentuh adalah, “Bp Djose, saya sangat terharu. Waktu sudah berlalu lebih dari 1 dekade tapi bp msh ingat saya. Pantasan saya merasa sangat familiar dgn bp Djose wkt ketemu bp msh di dinsos.”

Pertemuan langsung antara keduanya akhirnya terjadi pada Selasa, 26 Mei 2026. Djoese menyebut pertemuan itu sebagai sebuah kesaksian tentang arti perjuangan dan ketekunan hidup.

Ia menilai pengalaman Hermina di arena atletik sejak usia muda telah membentuk karakter disiplin, tangguh, berani bersaing, dan tidak mudah menyerah.

Baca juga: Sampah Belu Tembus 90 Ton per Hari, DLH Minta Warga Wajib Pilah dari Rumah

“Pengalaman bertanding sejak usia muda mengajarkan kepadanya bahwa hidup adalah perjuangan panjang yang membutuhkan komitmen dan daya tahan,” katanya.

Sebagai anak yatim piatu, Hermina tumbuh dalam keterbatasan. Namun kondisi tersebut tidak membuatnya menyerah. Sebaliknya, ia menjadikan penderitaan sebagai kekuatan untuk terus maju.

Kini, Hermina mengabdi sebagai Aparatur Sipil Negara di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Ia juga tengah mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi doktoral di Universitas Indonesia pada bidang kesehatan masyarakat.

Saat ditanya mengenai target studinya, Hermina menjawab tegas, “Tiga tahun, Bapak. Tahun 2029 saya pulang ke NTT.”

Menurut Djoese, jawaban tersebut mencerminkan keyakinan, disiplin, optimisme, serta rasa tanggung jawab terhadap masa depan daerahnya.

Ia menegaskan, kisah Hermina Mau merupakan bukti bahwa perjuangan besar sering kali dimulai dari langkah-langkah kecil. Dari sirkuit atletik di Ende, lahirlah pribadi tangguh yang kini siap menempuh jenjang akademik tertinggi.

“Kisah ini menjadi simbol harapan bagi generasi muda Nusa Tenggara Timur bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih masa depan,” tutup Djoese. (gus) 

Ikuti berita POS-KUPANG.com di GOOGLE NEWS

 

Sumber: Pos Kupang
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved