Senin, 1 Juni 2026

Manggarai Terkini

Bawang Merah Tumbuh di Daerah Dingin Pemda Diminta Buka Pilot Project di 10 Desa

budidaya bawang di daerah dingin juga bisa berhasil diproduksi. Kini, bawang merah yang dibudidayakan oleh kelompok Tani Desa Meler siap dipanen.

Tayang:
Penulis: Robert Ropo | Editor: OMDSMY Novemy Leo
POS-KUPANG.COM/HO
BAWANG MERAH - Bawang merah yang dibudidayakan oleh Kelompok Tani Desa Meler yang siap dipanen. 

Ringkasan Berita:
  • Anggota Kelompok Tani Desa Meler, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai berhasil membuktikan bahwa budidaya bawang di daerah dingin juga bisa berhasil diproduksi. Kini, bawang merah yang dibudidayakan oleh kelompok Tani Desa Meler siap dipanen. 
  • Anggota Kelompok Tani Desa Meler, Stanis, mengatakan, benih bawang merah yang dibudidayakan oleh kelompok tersebut, tidak berbeda dengan bawang merah yang dibudidayakan masyarakat lain di wilayah Manggarai selama ini.

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM, RUTENG - Anggota Kelompok Tani Desa Meler, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai berhasil membuktikan bahwa budidaya bawang di daerah dingin juga bisa berhasil diproduksi. Kini, bawang merah yang dibudidayakan oleh kelompok Tani Desa Meler siap dipanen. 

Anggota Kelompok Tani Desa Meler, Stanis, mengatakan, benih bawang merah yang dibudidayakan oleh kelompok tersebut, tidak berbeda dengan bawang merah yang dibudidayakan masyarakat lain di wilayah Manggarai selama ini.

Stanis menerangkan, usia perawatan bawang merah ini sekitar 60 sampai 70 hari dengan satu benih menghasilkan 20 sampai 25 biji. 

Anggota DPRD Manggarai, Aleksius Armanjaya, SS, MH yang hadir bersama Dinas Pertanian dan PPL Kecamatan Ruteng mengapresiasi kelompok tani bawang merah tersebut. Menurutnya, kelompok tani tersebut telah membuktikannya dengan menepis anggapan selama ini bahwa bawang merah tidak bisa dibudidayakan di daerah dingin. 

"Saya percaya bahwa setiap tanah punya potensi. Bukan jenis tanah yang menentukan hasil panen, tapi cara kita memperlakukannya," ungkap Aleksius Armanjaya, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Manggarai, akhir pekan.

Menurut Aleksius Armanjaya, budidaya tanaman harus dilakukan dengan pengolahan dan perawatan yang tepat.

Hal ini ini berdampak pada hasil produksinya yang memuaskan seperti yang dilakukan oleh Kelompok Tani Desa Meler

"Dengan sentuhan pengelolaan yang tepat, lahan ini telah mampu menghasilkan bawang merah yang segar, beraroma kuat, dan bernilai jual tinggi," ujar Aleksius Armanjaya, senator asal Dapil Ruteng, Lelak, dan Rahong Utara itu. 

Karena itu, Aleksius Armanjaya meminta kepada Dinas Pertanian Manggarai untuk mencoba membudidayakan bawang merah di wilayah dingin dalam skala yang lebih besar.

Hal ini untuk memberikan contoh dan motivasi kepada masyarakat atau kelompok tani lainnya, bahwa budidaya tanaman bawang merah juga bisa dilakukan di wilayah yang dingin dan juga ini menjadi salah satu pilar untuk kesejahteraan rakyat. 

"Budidaya bawang merah di wilayah dingin seperti contoh kelompok Tani Desa Meler ini terbukti dan siap panen.  Kelompok petani bawang Desa Meler, menjadi bukti bahwa jika bisnis dan budidaya bawang ini dikelola dengan baik maka akan menguntungkan dan membawa kesejahteraan bagi rakyat," ujar Aleksius Armanjaya.

Aleksius Armanjaya juga mengharapkan agar dinas pertanian bersama PPL bisa membuat pilot project di 10 (sepuluh) desa yang berada di daerah dingin di wilayah Manggarai, untuk membudidayakan tanaman bawang merah. Desa-desa itu nantinya menjadi desa binaan yang diperhatikan secara khusus oleh Dinas Pertanian. 

"Dinas Pertanian harus optimalkan kelompok tani ini dan tancap gas kelola bawang merah daerah dingin," pungkas Aleksius Armanjaya. (rob) 

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved