Selasa, 2 Juni 2026

Bunda Maria Pelindung Segala Bangsa

Ribuan Umat Katolik Perbatasan RI-RDTL Doakan Perdamaian Dunia

Ribuan umat Katolik di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste memadati Patung Bunda Maria Pelindung Segala Bangsa di Teluk Gurita

Tayang: | Diperbarui:
POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR
PATUNG BUNDA - Ribuan umat Katolik menyalakan lilin saat Ave Maria Night di Patung Bunda Maria Pelindung Segala Bangsa, Teluk Gurita, Kabupaten Belu, Sabtu (30/5/2026) malam. Cahaya lilin menjadi simbol doa dan harapan akan perdamaian dunia. 
Ringkasan Berita:
  • Ribuan umat Katolik di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste memadati kawasan Patung Bunda Maria Pelindung Segala Bangsa di Teluk Gurita, Kabupaten Belu, untuk mendoakan perdamaian dunia, Sabtu (30/5/2026) malam.
  • Doa bersama dalam kegiatan Ave Maria Night ini menjadi puncak penutupan Bulan Maria. 
  • Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Belu bersama Keuskupan Atambua, komunitas Marriage Encounter (ME) Atambua, serta didukung oleh Bank NTT.

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Ribuan umat Katolik di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste memadati kawasan Patung Bunda Maria Pelindung Segala Bangsa di Teluk Gurita, Kabupaten Belu, untuk mendoakan perdamaian dunia, Sabtu (30/5/2026) malam.

Doa bersama dalam kegiatan Ave Maria Night ini menjadi puncak penutupan Bulan Maria. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Belu bersama Keuskupan Atambua, komunitas Marriage Encounter (ME) Atambua, serta didukung oleh Bank NTT.

Bupati Belu, Willybrodus Lay, dalam kesempatan mengajak seluruh umat untuk memaknai momen doa bersama ini sebagai bentuk iman dan harapan akan perdamaian dunia. 

Willybrodus Lay menyampaikan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi penutupan Bulan Maria, tetapi juga momentum kebersamaan umat Katolik di seluruh dunia yang turut mendoakan kedamaian.

“Pada malam hari ini kita berkumpul di hadapan Bunda Maria di Teluk Gurita untuk menutup Bulan Maria sekaligus berdoa bagi perdamaian dunia. Ini adalah wujud iman kita bersama,” ungkap Willybrodus Lay.

Willybrodus Lay menilai terselenggaranya kegiatan tersebut merupakan bagian dari kehendak Tuhan dan karya Roh Kudus yang menggerakkan hati umat untuk bersatu dalam doa.

Willybrodus Lay berharap kegiatan Ave Maria Night dapat terus dilaksanakan setiap tahun sebagai tradisi penutupan Bulan Maria di Kabupaten Belu.

“Kalau boleh, setiap tahun penutupan Bulan Maria kita lakukan di tempat ini sebagai bentuk kebersamaan dan iman kita,” ujar Willybrodus Lay.

Willybrodus Lay juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. 

Lebih lanjut, Willybrodus Lay mengenang awal mula gagasan pembangunan Patung Bunda Maria Segala Bangsa di Teluk Gurita sekitar 10 tahun lalu. 

Menurut Willybrodus Lay, ide tersebut berawal dari pemikiran sederhana bersama beberapa rekannya yang kemudian berkembang menjadi sebuah simbol iman yang kini berdiri megah dan menjadi pusat kegiatan rohani umat.

“Sepuluh tahun lalu tempat ini masih berupa bukit biasa. Dari satu ide dan gagasan, akhirnya hari ini kita melihat Bunda Maria berdiri dengan sangat baik dan menjadi tempat kita berkumpul dalam doa,” kata Willybrodus Lay

Kegiatan diawali dengan ibadat dan refleksi bersama yang dilanjutkan dengan doa Rosario sebagai bentuk penghormatan kepada Bunda Maria sekaligus ungkapan syukur atas perjalanan iman selama Bulan Rosario. 

Ribuan lilin yang dibawa umat menyala di sepanjang jalan menuju pelataran Patung Bunda Maria dengan lima peristiwa. Di bawah cahaya lampu yang menyoroti patung ikonik tersebut, umat larut dalam suasana doa dan permenungan.

Usai doa bersama umat yang hadir disuguhkan dengan konser lagu-lagu Bunda maria dan diakhiri dengan pelepasan lampion. (gus) 

Berikut foto-foto yang diabadikan wartawan Pos Kupang saat kegiatan berlangsung:

UMAT KATHOLIK - Ribuan umat Katolik menyalakan lilin saat Ave Maria Night di Patung Bunda Maria Pelindung Segala Bangsa, Teluk Gurita, Kabupaten Belu, Sabtu (30/5/2026) malam. Cahaya lilin menjadi simbol doa dan harapan akan perdamaian dunia.
UMAT KATHOLIK - Ribuan umat Katolik menyalakan lilin saat Ave Maria Night di Patung Bunda Maria Pelindung Segala Bangsa, Teluk Gurita, Kabupaten Belu, Sabtu (30/5/2026) malam. Cahaya lilin menjadi simbol doa dan harapan akan perdamaian dunia. (POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR)
UMAT KTAHOLIK - Ribuan umat Katolik menyalakan lilin saat Ave Maria Night di Patung Bunda Maria Pelindung Segala Bangsa, Teluk Gurita, Kabupaten Belu, Sabtu (30/5/2026) malam. Cahaya lilin menjadi simbol doa dan harapan akan perdamaian dunia.
UMAT KTAHOLIK - Ribuan umat Katolik menyalakan lilin saat Ave Maria Night di Patung Bunda Maria Pelindung Segala Bangsa, Teluk Gurita, Kabupaten Belu, Sabtu (30/5/2026) malam. Cahaya lilin menjadi simbol doa dan harapan akan perdamaian dunia. (POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR)
PATUNG BUNDA - Ribuan umat Katolik menyalakan lilin saat Ave Maria Night di Patung Bunda Maria Pelindung Segala Bangsa, Teluk Gurita, Kabupaten Belu, Sabtu (30/5/2026) malam. Cahaya lilin menjadi simbol doa dan harapan akan perdamaian dunia.
PATUNG BUNDA - Ribuan umat Katolik menyalakan lilin saat Ave Maria Night di Patung Bunda Maria Pelindung Segala Bangsa, Teluk Gurita, Kabupaten Belu, Sabtu (30/5/2026) malam. Cahaya lilin menjadi simbol doa dan harapan akan perdamaian dunia. (POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR)
PATUNG BUNDA - Ribuan umat Katolik menyalakan lilin saat Ave Maria Night di Patung Bunda Maria Pelindung Segala Bangsa, Teluk Gurita, Kabupaten Belu, Sabtu (30/5/2026) malam. Cahaya lilin menjadi simbol doa dan harapan akan perdamaian dunia.
PATUNG BUNDA - Ribuan umat Katolik menyalakan lilin saat Ave Maria Night di Patung Bunda Maria Pelindung Segala Bangsa, Teluk Gurita, Kabupaten Belu, Sabtu (30/5/2026) malam. Cahaya lilin menjadi simbol doa dan harapan akan perdamaian dunia. (POS-KUPANG.COM/AGUS TANGGUR)

Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS 

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved