Kasus Penembakan di SBD
Orang Tua Korban: Anak Saya, Mario, Baik dan Penurut
Selama tinggal dengan kami mulai SMP sampai mahasiswa semester akhir di Universitas Stella Maris Sumba ini, almahrum anak sangat baik.
Penulis: Petrus Piter | Editor: OMDSMY Novemy Leo
Ringkasan Berita:
- Selama tinggal dengan kami mulai SMP sampai mahasiswa semester akhir di Universitas Stella Maris Sumba ini, almahrum anak sangat baik. Pekerja keras, tidak kemana-mana dan tidak minum minuman keras.
- Biasa kalau sudah pulang dari kampus, habis makan dan bantu menjaga kios,' ungkap ibu Yuliana Rambi ditemui POS-KUPANG.COM di rumah duka di Kampung Wano Karedi, Desa Karuni, Kecamatan Loura, Sumba Barat Daya, Senin 25 Mei 2026.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter
POS-KUPANGCOM,TAMBOLAKA- "Anak saya Mario Marselino Kurra (24) adalah anak sangat baik. Ia penurut dan rajin kerja. Sejak masuk sekolah SMP, anak pertama dari 5 bersaudara, buah kasih bapak Petrus Ngongo Kurra dan ibu Maria Imakulata (almahrum) warga Kampung Wano Karedi, Desa Karuni, Kecamatan Loura, Sumba Barat Daya tinggal dengan kami di Gokat, Desa Pogo Tena, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya.
Suami saya Lambertus Gaina Bara adalah adik kandung dari ayah korban Mario Marselino Kurra yakni Petrus Ngongo Kurra. Selama tinggal dengan kami mulai SMP sampai mahasiswa semester akhir di Universitas Stella Maris Sumba ini, almahrum anak sangat baik. Pekerja keras, tidak kemana-mana dan tidak minum minuman keras.
Biasa kalau sudah pulang dari kampus, habis makan dan bantu menjaga kios,' ungkap ibu Yuliana Rambi ditemui POS-KUPNG.COM di rumah duka di Kampung Wano Karedi, Desa Karuni, Kecamatan Loura, Sumba Barat Daya, Senin 25 Mei 2026.
Saat kejadian penembakan yang menewaskan anaknya, Jumat 22 Mei 2026 sekitar pukul 16.00 wita lalu, ia bersama suami dan anak-anak ada dibagian belakang rumah sehingga tidak mengetahui kejadian persisnya.
Ia bersama suami, baru mengetahui hal itu setelah mendengar teriakan panggilan dari penjual es yang mengatakan anakmu terkena tembakan. Seketika ia bersama suami lari ke depan rumah, melihat korban Mario sudah tergeletak diatas bale-bale di depan rumahnya.
Saat itu, terlihat darah menetes didada kanan Mario dan tak ada suara saat dipanggil bapanya. Masih ada nafas cuma tidak ada suaranya lagi.
Saat itu, pelaku penembakan ada juga. Bahkan masih-sama menolong membawa korban ke rumah sakit Karitas Weetabula. Setelah menjalani penanganan oleh dokter rumah sakit Karitas Weetabula, dan tak lama kemudian, dokter menyatakan anakmya telah meninggal dunia. Mendengar itu, pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek Loura Sumba Barat Daya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, setelah menyaksikan kejadian yang menimpah anaknya, ia tak sanggup melihatnya karena menyaksikan darah keluar dari dada kanan dan tak ada suara sama sekali. Seketika langsung membawanya ke rumah sakit, tetapi sayang nyawa anak saya tak tertolong.
"Kasihan anak saya, dia harapan keluarga kami. Dia anak baik dan rajin Kerja. Setelah tamat SMA, ia mau kuliah. Waktu itu, kami belum punya rezeki. Saya bilang sama anak saya, kerja dulu baru lanjut kuliah.Dia Turuti permintaan saya. Dua tahun bekerja baru lanjut kuliah di Universitas Stella Maris Sumba. Tanggal 19 Mei 2026, anak saya minta uang regis dan mau ujian akhir di kampus Unmaris Sumba. Semua uang sudah bayar. Sayang, semua itu tinggal kenangan. Kasihan anak saya, cita-cita mulianya hilang selama-lamanya. Kini tinggal hanya kenanganan saja" ucapnya penuh lirih.
Menurutnya, saat itu, korban bersama bapaknya Lambertus Gaina Bara baru saja selesai mengangkat padi yang dijemur di halaman rumahnya. Setelah itu, ia pergi ke depan untuk menjaga kios. Saat itu, ia sedang menghitung es krim langganan kiosnya dari penjual es Krim Waingapu, Sumba Timur yang baru saja tiba di rumahnya. Setelah hitung, ia ke belakang meminta uang sama bapaknya untuk membayar sama penjual es krim itu.
Sekitar 3-4 menit kemudian, mendapat teriakan dari penjual es krim, mari tolong anakmu terkena tembakan. Seketika bersama suami ke depan, melihat anaknya tergeletak dibale-bale di depan rumahnya. Ia melihat ada darah keluar didada kanan, tetapi tidak menyahut saat dipanggil.
Tidak ada suara lagi. Masih ada nafas. Saya panik dan lemah badan meminta segera bawah ke rumah sakit. Saat itu, pelaku masih ada dan sama-sama membawa anak saya ke rumah sakit.
"Sayang anak sayang tak tertolong. Saya sangat kecewa, saya tidak siap menerima kejadian ini yang datangnya begitu cepat dan seketika hilang selamanya. Dia harapan keluarga kami. Kami kehilangan selamanya. Kami minta pelaku harus diproses tegas sesuai hukum yang berlaku," ujarnya dengan suara terbata-bata meratapi anaknya yang terbujur kaku dirumahmya
Kini, kami keluarga sedang mempersiapkan untuk pemakamannya yang direncanakan akan berlangsung, Sabtu 30 Mei 2206. (pet)
Ikuti Berita POS-KUPANG.COM lainnya di GOOGLE NEWS
3 Lampiran • Dipindai oleh Gmail
Menampilkan
Kasus Penembakan di SBD
POS-KUPANG.COM
Sumba Barat Daya Terkini
Kampung Wano Karedi
Desa Karuni
Kecamatan Loura
Desa Pogo Tena
Mario Marselino Kurra
| 5 Zodiak Paling Beruntung Besok 26 Mei 2026, Saldo Rekening Gemini Meningkat |
|
|---|
| Ramalan Zodiak Besok 26 Mei, Cancer Lepas Keterikatan, Leo Jadilah Flamboyan dan Genit |
|
|---|
| 12 Ramalan Zodiak Cinta 26 Mei 2026: Gemini Memesona, Hubungan Aquarius Lancar |
|
|---|
| Ramalan Zodiak Besok 26 Mei 2026: Keuangan Taurus dan Scorpio Meroket, Cek Peruntunganmu |
|
|---|
| 7 Jadwal Kapal Ferry ASDP Kupang NTT Hari Ini Senin 25 Mei, Larantuka - Kupang Jam 2 Siang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/rumah-duka-Mario-di-sbd.jpg)